Suara.com - Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan saat ini ada tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tokoh penting kelompok teroris ISIS di Suriah. Mereka pimpinan WNI yang menjadi anggota kelompok Negara Islam dan Suriah (ISIS).
Ketiga orang itu adalah Abu Jaddar atau Akhtamimi, Bahrum Syah, dan Bahrun Naim.
"Ada tiga tokoh Indonesia di sana, ada Abu Jaddar atau Akhtamimi, Bahrum Syah, dan Bahrun Naim," kata Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/1/2016).
Sedangkan yang berperan penting dalam aksi teror bom dan penembakan kelompok teroris di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pekan lalu ada Bahrun Naim. Naim diduga aktor intelektual dibalik serangan bom Thamrin yang mengatur dari Suriah.
"Semuanya itu ISIS dan saling terkait satu sama lain. Untuk di Indonesia (dipimpin) Bahrun Naim," jelas dia.
Sementara itu jaringan pendukung ISIS lain di Indonesia adalah Aman Abdurrahman yang kini mendekam di Lapas Nusakambangan. Namun Polisi belum bisa menjemput yang bersangkutan untuk diperiksa dalam pengembangan terorisme tersebut.
"Kami belum bisa (memeriksa), belum ada bukti kaitannya ke sana (bom Thamrin)," kata mantan Kapolda Jawa Timur ini.
Saat ditanya apakah ada keterlibatan kelompok Santoso dalam tragedi bom Thamrin, Haiti mengatakan kemungkinan itu ada.
"Bisa juga, tetapi kan harus kami buktikan," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla