Suara.com - Pusat bantuan hukum perempuan di Beijing diperintahkan untuk ditutup karena menerima dana dari lembaga donor asing, kata media milik pemerintah Cina, Selasa (2/2/2016), setelah calon Presiden Amerika Serikat Hilary Clinton mendukung pendanaan lembaga tersebut.
Polisi Beijing memerintahkan penutupan Pusat Pelayanan dan Konsultasi Hukum Perempuan Zhongze yang memberikan pelayanan secara cuma-cuma kepada perempuan Cina berpenghasilan rendah, demikian laporan Global Times yang dikelola oleh negara.
"Perintah tersebut mungkin sebagai akibat dari pendanaan organisasi asing," kutipnya dengan menyebutkan bahwa lembaga tersebut menerima pendanaan dari Ford Foundation yang berpusat di AS.
Munculnya artikel tersebut karena pekerja amal di Cina melaporkan meningkatnya tekanan polisi terhadap pendanaan asing dan media pemerintah menuding persekongkolan organisasi asing untuk melemahkan sistem politik otoriter di negara "Tirai Bambu" tersebut.
Bulan lalu Cina menahan dan mengusir aktivis hak asasi manusia asal Swedia yang membantu para pengacara Cina setelah mempertontonkan pengakuan pelanggaran hukumnya di stasiun televisi milik pemerintah.
Zhongze Centre yang didanai oleh pengacara Guo Jianmei setelah tokoh utama Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perempuan digelar di Beijing pada 1995, terlihat sebagai simbol kemunculan masyarakat sipil di Cina dan berupaya memanfaatkan pengadilan untuk menentang ketidakadilan.
Sebagaimana disiarkan dalam laman media tersebut dia menyatakan bahwa penutupan lembaga itu, Senin (1/2/2016), dengan menyatakan berterima kasih kepada para pendukungnya tanpa memberikan penjelasan.
Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Hilary Clinton, yang sama-sama pernah menghadiri konferensi tersebut bersama Guo, di Twitternya menyatakan: "Kebenaran di Beijing pada 1995, kebenaran hari ini: Hak kaum perempuan adalah hak asasi manusia. Lembaga ini harus tetap ada. Saya bertahan bersama Guo." Di bawah Presiden Xi Jin-ping, Partai Komunis yang menjalankan pemerintah Tiongkok menegaskan kembali kontrolnya terhadap masyarakat sipil, menahan lebih dari 130 pengacara hak kemanusiaan dan staf hukum pada tahun lalu.
Beijing sedang menyiapkan aturan baru yang menurut draf usulannya memberikan kewenangan kepada polisi mengontrol lebih ketat organisasi asing nonpemerintahan (LSM).
Dalam sebuah editorialnya, Global Times menyebutkan bahwa lembaga tersebut secara sukarela "menerima kasus-kasus sensitif dan menerima pendanaan asing untuk menyediakan pandangan atas persoalan tersebut." Editorial yang terkait dengan nama pena Shan Renping untuk redaktur Hu Xijin menambahkan bahwa bantuan asing tersebut memiliki muatan politis dan secara selektif dapat mengacaukan masyarakat Cina.
Zhongze Centre dikenal membela Deng Yujiao yang pada 2009 menikam pejabat pemerintah sampai mati karena berusaha untuk memuaskan berahi seksualnya terhadap Deng.
Tekanan publik menyebabkan jaksa mengurangi tuntutan hukuman pembunuhan tersebut agar lebih rendah dari tuntutan awal. (Antara)
Berita Terkait
-
Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
Tak Cuma Outflow, Rebalancing MSCI Justru Bisa Picu Aksi Borong Saham
-
Jakarta Andalkan Wisata Terintegrasi dan Kuliner Premium untuk Gaet Pasar Tiongkok
-
Akademisi Tekankan Pengawasan Ketat Aliran Dana Asing, Ini Alasannya
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif
-
Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan
-
KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan
-
Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras
-
20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap
-
Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama
-
Polda Riau Jadi yang Terbaik dalam Kelola Anggaran Polri, Ini Rahasianya
-
Terencana dan Sadis, Andrie Yunus Disiram Pakai Campuran Air Aki dan Cairan Pembersih Karat
-
Dua Hari Stasiun Bekasi Timur Lumpuh, Pedagang Kecil Terpukul: Masak Sedikit Aja, Nggak Ada Orang
-
Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Buka Praktik Kecantikan Ilegal, Wajah Pasien Bernanah