Suara.com - Satuan Tugas Tenaga Kerja Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter di Taiwan selatan, Sabtu dini hari.
"Saya sudah kontak beberapa koordinator lapangan. Sampai saat ini belum ada laporan mengenai TKI dan WNI yang menjadi korban gempa, baik meninggal maupun luka-luka," kata anggota Satgas TKI Taiwan untuk wilayah Kota Tainan, Bintang Ega Jaya saat dihubungi, Sabtu (6/2/2016).
Ketua Forum Kerukunan Keluarga Besar Indonesia-Taiwan (FKBBIT) Kota Tainan itu juga memastikan bahwa tidak ada WNI yang tinggal di gedung 16 lantai di kawasan Yongkang yang runtuh dalam musibah tersebut.
"Itu bangunan tua. Kami tadi berkumpul di Toko Indonesia untuk memastikan bahwa tidak ada WNI yang tinggal di situ," ujar TKI berusia 35 tahun asal Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur itu.
Bintang menyebutkan di wilayah Kabupaten Tainan terdapat sekitar 17.000 TKI. Mereka bekerja pada sektor formal maupun informal sebagai pengasuh orang tua jompo.
Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menjadikan Toko Indonesia di kawasan Yongkang, Kota Tainan, sebagai posko darurat. Posko tersebut hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari gedung berlantai 16 yang runtuh dalam bencana alam yang menyita sejumlah negara maju turut mengulurkan bantuan dana untuk pemulihan infrastruktur tersebut.
"Kami semua dalam keadaan siap siaga sambil memantau informasi dari pihak otoritas Taiwan," kata Bintang yang sudah 14 tahun bekerja di pabrik elektronik di Kota Tainan tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa
-
JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global
-
Jusuf Kalla Ajak Seluruh Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia
-
Suasana Hangat Bukber Istana: Prabowo Salami Ulama dan Cium Tangan Kiai Nurul Huda Djazuli
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang