Suara.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan membagikan masker kepada ribuan masyarakat di Kecamatan Bakongan dan Kota Bahagia untuk menghindari terkena penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai dampak dari kebakaran lahan sawit dan gambut.
Bupati Aceh Selatan T Sama Indra menyatakan, pihaknya telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Mardhaleta dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Erwiandi untuk segera membagikan masker kepada masyarakat.
Bupati juga memerintahkan pihak BPBD setempat untuk membuat laporan kejadian kebakaran lahan secara tertulis (resmi) ke Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.
Sekitar 60 hektare lahan sawit dan gambut yang terbakar sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini belum mampu dipadamkan. Desa yang kena dampak langsung dari peristiwa itu adalah Desa Ujong Padang, Brahan, Buket Gadeng, Ujong Mangki, Keude Bakongan dan Gampong Drien.
"Melihat kondisi sekarang ini di lapangan, kita fokus membagikan masker kepada masyarakat untuk menghindari terjangkit penyakit ISPA," kata Bupati di sela-sela mengunjungi lahan terbakar di Desa Ujong Padang, Kecamatan Bakongan, Jumat (4/3/2016).
Meskipun kobaran api diperkirakan sulit dipadamkan dalam waktu singkat, namun pihaknya telah menginstruksikan BPBD Aceh Selatan untuk terus melanjutkan upaya pemadaman api dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi dimaksud. Menindaklanjuti instruksi Bupati tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan Mardhaleta melaporkan bahwa stok masker yang berjumlah 500 lembar telah disalurkan kepada masyarakat di enam desa tersebut.
Di samping stok masker di Dinkes, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada pihak Puskesmas Bakongan dan Puskesmas Kota Bahagia untuk membagikan seluruh stok masker yang tersedia.
"Jika ditambah dengan seluruh stok masker yang ada di Puskesmas tersebut, maka jumlah keseluruhan masker yang dibagikan kepada masyarakat enam desa di Kecamatan Kota Bahagia dan Bakongan berjumlah 2.000 lembar," sebut Mardhaleta.
Kepala BPBD Erwiandi menyatakan, perintah Bupati untuk membagikan masker kepada warga korban kebakaran lahan di Kota Bahagia dan Bakongan, tidak mampu dipenuhi, karena stok masker telah habis.
"Terkait kebutuhan masker tersebut, telah kami ajukan permohonan kepada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Namun hingga saat ini permintaan itu belum ditindaklanjuti," sesal Erwiandi.
Sedangkan terkait laporan kejadian kebakaran, kata Erwiandi, pihaknya telah melaporkan secara lisan dan via media sosial whatsaap ke BPBA Provinsi Aceh dan BNPB di Jakarta.
"Kami juga akan melaporkan kejadian kebakaran lahan sawit dan gambut tersebut secara tertulis atau resmi kepada BPBA dan BNPB sesuai arahan dan perintah Bupati Aceh Selatan," paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Selatan T Masrul mengatakan, hingga saat ini kobaran api di lokasi kebakaran lahan sawit dan gambut belum mampu dipadamkan. Sehingga luas lahan yang terbakar diperkirakan makin meluas yakni jika sebelumnya sudah mencapai 50 hektare, maka kondisi sampai hari Jumat diperkirakan sudah melebihi 60 hektare.
"Sulitnya upaya pemadaman api selain karena cuaca panas disertai angin kencang, juga disebabkan terkendala kabut asap dan akses jalan yang tidak bisa dilalui mobil damkar. Selain itu, kondisi lahan gambut yang dalam juga menjadi faktor penghambat upaya pemadaman," papar Masrul.
Pemkab Aceh Selatan, sambung Masrul, menyerukan kepada masyarakat setempat untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar diturunkan hujan dalam beberapa hari ke depan, sebab satu-satunya solusi untuk mempercepat pemadaman api di lahan yang terbakar itu adalah melalui turun hujan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global
-
Jusuf Kalla Ajak Seluruh Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia
-
Suasana Hangat Bukber Istana: Prabowo Salami Ulama dan Cium Tangan Kiai Nurul Huda Djazuli
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang