Suara.com - Ledakan bom bunuh diri menewaskan lima orang, termasuk sang pembawa bom, di Istanbul, Turki pada Sabtu (19/3/2016). Selain korban tewas, sebanyak 36 orang terluka akibat serangan yang menyasar kawasan pusat perbelanjaan tersebut.
Menteri Kesehatan Turki, Mehmet Muezzinoglu, mengatakan bahwa 36 orang terluka dan tujuh di antaranya dalam kondisi kritis. Sebanyak 12 orang dari korban cedera adalah warga asing.
Tiga warga Israel diduga tewas dan 11 lainnya terluka akibat serangan itu, demikian kata juru bicara Kemeterian Luar Negeri Israel. Ia mengatakan bahwa Israel telah mengirim sebuah pesawat untuk memulangkan warganya yang terluka.
Sementara secara terpisah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa ada dua warganya yang tewas. Pihaknya sedang mencari informasi lain yang menyebutkan adanya warga Israel lain yang tewas dalam insiden tersebut.
Netanyahu juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari, apakah serangan itu memang menyasar warga Israel yang berada di Turki.
Selain warga Israel, satu korban tewas berasal dari Iran, demikian kata pejabat lokal Turki.
Ledakan itu sendiri terjadi di Jalan Istiklal, kawasan yang dipadati oleh toko-toko bermerek internasional dan konsulat asing. Ledakan itu membuat para pebelanja panik dan berlarian mencari tempat perlindungan.
Turki sendiri saat ini menghadap ancaman dari para militan suku Kurdi, kelompok yang memperjuangkan wilayah otonomi di tenggara Turki dan juga sedang bertempur di Suriah. Selain itu, kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) juga mengincar Turki.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman itu. Tetapi dua pejabat senior Turki mengatakan bahwa Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan ISIS berkemungkinan besar adalah otak serangan tersebut.
Kedua kelompok itu telah mengincar Turki di beberapa bulan terakhir. PKK mengklaim bertanggung jawab atas dua bom bunuh diri di Ankara pada Februari lalu, yang menewaskan 66 orang. Sementara ISIS menjadi dalang serangan bom bunuh diri di Istanbul pada Januari, yang menewaskan 12 turis Jerman. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik