Suara.com - Dewan Adat Papua mengatakan bahwa Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membantu masyarakat Papua untuk menghidupkan kembali demokrasi di tanah mereka.
Politikus yang baru saja dipecat dari Partai Keadilan Sejahtera itu pernah mendukung diselenggarakannya Konferensi Besar Ke-3 Masyarakat Adat Papua di Biak, akhir tahun lalu.
"Ketika sebagian pihak mengajukan keberatannya atas pertemuan demokratis masyarakat Papua itu, Fahri menelepon Kapolri dan Menkopolhukan untuk menjelaskan bahwa acara kami adalah suatu wadah demokrasi yang harus dihormati dan didukung demi kemajuan Indonesia yang lebih cepat dan manusiawi," kata Ketua Dewan Adat Papua Yan Piet Yaranggan dalam acara jumpa pers di Jakarta, Rabu malam.
Yan mengatakan bahwa Fahri tidak sekadar mendukung, dia malah hadir dalam acara pembukaan dan memberi sambutan dalam konferensi itu.
Oleh sebab itu Dewan Adat Papu menyesalkan pemecatan Fahri Hamzah oleh PKS yang dirasa mereka tidak mempunyai alasan yang jelas.
"Kami di Papua menyesalkan pemecatan Fahri dari PKS. Hal itu menunjukkan kemunduran demokrasi dari PKS," kata Yan.
Menurut dia, PKS harus meninjau kembali keputusan pemecatan tersebut, atau mereka menilai PKS bukan lagi partai yang demokratis.
Terkait dengan pemecatan tersebut Fahri Hamzah mengaku tidak akan mundur dari PKS dan menempuh jalur hukum untuk menggugat pemecatan tersebut.
Pemecatan Fahri Hamzah dari PKS dapat berpengaruh pada pemecatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Namun, sampai saat ini pihak DPR RI belum mengambil keputusan mengenai status Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pascapemecatan keanggotaan dirinya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beberapa waktu lalu.
Sementara itu, PKS telah menyiapkan penggganti Fahri Hamzah di DPR, yaitu Leida Hanifa. Dia adalah anggota DPR dari PKS untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat I (Kota Bandung dan Kota Cimahi). [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan