Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami kasus dugaan percobaan suap yang dilakukan oleh pihak PT. Brantas Abipraya terhadap Kejaksaan Tingi DKI Jakarta untuk menghentikan kasus. Kemarin, Kamis (14/4/2016), penyidik memeriksa Kajati DKI Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus Tomo Sitepu. Hari ini, giliran Direktur Utama Brantas Bambang E. Marsono yang diperiksa.
Bambang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Marudut yang sudah terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK.
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MRD," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Jumat (15/4/2016).
KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Manager Keuangan Proyek Wisma Atlet C-1 Sugeng Santoso dan Proyek Manager Rusun Sulawesi Dimas Maulana, Senior Manager Keuangan Tumpang Muhammad, Proyek Manager Eisma Atlet C-1 Noval Amar, dan Manager Keuangan Proyek Rusun Sulawesi Rudi Haryanto. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Marudut.
KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Marudut. Dia diperiksa akan diperiksa saksi untuk tersangka lain, yaitu Direktur Keuangan Brantas Sudi Wantoko.
"Kalau MRD, dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SWA," kata Priharsa.
Seperti diberitakan sebelumnya, tanggal 31 Maret 2016, KPK operasi tangkap tangan dan menjaring Direktur Keuangan Brantas Sudi Wantoko, Senior Manajer Brantas Dandung Pamularno, dan Marudut di hotel daerah Cawang, Jakarta Timur, usai transaksi.
Diduga, ketiganya berusaha menyuap Kejati DKI untuk menghentikan kasus yang melibatkan Brantas. Diduga Marudut adalah orang yamg dipercayakan Brantas untuk meyakinkan Kejati DKI.
Bambang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Marudut yang sudah terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK.
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MRD," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Jumat (15/4/2016).
KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Manager Keuangan Proyek Wisma Atlet C-1 Sugeng Santoso dan Proyek Manager Rusun Sulawesi Dimas Maulana, Senior Manager Keuangan Tumpang Muhammad, Proyek Manager Eisma Atlet C-1 Noval Amar, dan Manager Keuangan Proyek Rusun Sulawesi Rudi Haryanto. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Marudut.
KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Marudut. Dia diperiksa akan diperiksa saksi untuk tersangka lain, yaitu Direktur Keuangan Brantas Sudi Wantoko.
"Kalau MRD, dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SWA," kata Priharsa.
Seperti diberitakan sebelumnya, tanggal 31 Maret 2016, KPK operasi tangkap tangan dan menjaring Direktur Keuangan Brantas Sudi Wantoko, Senior Manajer Brantas Dandung Pamularno, dan Marudut di hotel daerah Cawang, Jakarta Timur, usai transaksi.
Diduga, ketiganya berusaha menyuap Kejati DKI untuk menghentikan kasus yang melibatkan Brantas. Diduga Marudut adalah orang yamg dipercayakan Brantas untuk meyakinkan Kejati DKI.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
Terkini
-
Muzani Pimpin Yel-yel di Senayan: Gerindra Menang, Prabowo Presiden, Presiden Dua Periode!
-
Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Tiba-Tiba Dinonaktifkan, DPR Soroti Dampak Fatal pada Pasien Gagal Ginjal
-
Siap-siap! Kejagung Bidik Mantan Bos BUMN Akal-akalan Usai Warning Keras Prabowo
-
Wamensos Salurkan Santunan Duka Korban Longsor Cisarua
-
Gegap Gempita Jakarta Sambut Imlek: Ada 'Kuda Raksasa' hingga Festival Barongsai di Sudirman-Thamrin
-
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?
-
Terjerat Utang Judi Online, Pria di Boyolali Rampok Tetangga dan Bunuh Bocah 6 Tahun
-
Kartu BPJS Kesehatan PBI Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Mudah Mengaktifkannya Kembali
-
Mahkamah Agung Konfirmasi Penangkapan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT KPK