Suara.com - Pemerintah pusat saat ini telah menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta untuk sementara. Namun, meski aktivitas reklamasi sudah terhenti, para nelayan mengaku masih kesulitan mendapatkan ikan.
"Saat reklamasi dihentikan kemarin ikan pada minggir," kata Teddy Kusnadi, salah satu nelayan yang ditemui Suara.com di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta, Kamis (21/4/2016)
Menurutnya, saat ini jarak tempuh para nelayan untuk mencari ikan juga cukup jauh, lantaran akses ke laut terhadang oleh Pulau G, pulau buatan yang digarap oleh PT Muara Wisesa Samudera. Hal itu pulalah yang membuat nelayan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengisi bahan bakar lebih.
"Untuk ke laut ada batas waktunya, ketika ada gelombang angin besar harus kembali," kata dia.
Sebelumnya, ribuan nelayan telah menggelar aksi penolakan terhadap proyek reklamasi Teluk Jakarta, pada Minggu (17/4/2016). Dalam aksi tersebut, para nelayan menyegel Pulau G. Aksi penyegelan tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan 17 pulau buatan di pesisir Jakarta yang dilakukan Pemprov DKI bersama pengembang. Pemerintah juga telah sepakat memoratorium proyek reklamasi hingga semua persyaratan pembangunan dipenuhi.
Tag
Berita Terkait
-
BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!
-
Tak Kunjung Penuhi Kewajiban Reklamasi, 45 Perusahaan Tambang Terancam Dicabut Izin
-
Dana Jaminan Reklamasi 2025 Tembus Rp35 Triliun, Syarat Wajib Sebelum Operasi!
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target