Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut ada kesalahan teknis sehingga penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah DKI Jakarta tahun 2016 masih nol persen hingga saat ini.
Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri mencatat penyerapan pada APBD DKI 2016 masih nol persen.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai permasalahan terkait data penyerapan anggaran harus didiskusikan bersama agar tidak terjadi kekeliruan.
"Kalau ada yang keliru, namanya manusia. Mari kita sama-sama klarifikasi mana yang benar mana yang salah itu aja," ujar Tjahjo usai memberi sambutan Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Bagi Kepala Daerah, di Auditorium Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kemendagri, Jakarta, Jumat (22/4/2016).
Ia pun sependapat dengan pernyataan Ahok terkait adanya kesalahan teknis data penyerapan APBD DKI yang masih nol persen.
"Saya juga sependapat dengan Pak Ahok, makanya perlu klarifikasi mungkin datanya belum masuk atau apa,"ucapnya.
Ketika ditanya apakah data penyerapan anggaran harus dikaji ulang, Tjahjo menuturkan tidak perlu dikaji.
"Dana APBD nggak perlu dikaji, yang penting skala prioritas di DKI sudah keluar selesai dan sekarang dimasalahkan ada skala prioritas untuk memotong hal yang perlu atau tidak. Kalau di Kementerian kami bisa kami pangkas (dana) sampai 1,3 triliun, anggaran yang gak penting dan kami fokus itu," ungkapnya.
Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut ada kesalahan teknis sehingga penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah DKI Jakarta tahun 2016 masih nol persen hingga saat ini.
"Saya kira ada kesalahan teknis saja, lelang. Nggak mungkin nol dong, orang kita pakai terus kok (anggarannya)," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/4/2016).
Ketika ditanya kesalahan teknis apa sehingga Kementerian Dalam Negeri mencatat penyerapan pada APBD DKI 2016 hingga saat ini masih nol persen, Ahok tak bisa menjelaskan. Meski begitu ia menargetkan penyerapan anggaran kali ini bisa lebih baik dari sebelumnya.
"Kita 90 persen lebih targetnya (Penyerapan anggaran)," jelas Ahok.
Untuk diketahui, berdasarkan data Kementarian Dalam Negeri, realisasi belanja APBD Provinsi hingga 31 Maret 2016 rata-rata mencapai 8,3 persen. Penyerapan anggaran tertinggi diraihi Provinsi Jawa Timur sebesar 17,2 persen, disusul oleh Provinsi Lampung sebesar 15,9 persen, Sulawesi Utara 15,2 persen, Sumatera Selatan 15,1 persen dan Nusa Tenggara Barat 14,6 persen.
Dari 34 Provinsi di Indonesia, ada delapan provinsi yang penyerapan anggaran di triwulan I/2016 masih nol persen. Yaitu Provinsi Kalimantan Utara, Papua Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Jambi dan Pemprov DKI Jakarta.
Sementara, realisasi belanja APBD tingkat Kabupaten atau kotamadya pada triwulan I/2016 rata-rata sebesar 5,8 persen. Penyerapan tertinggi diraih oleh Kota Pagaralam 21,6 persen, Kabupaten Probolinggo 20,3 persen, Kabupaten Kepulauann Anambas 19,9 persen, Kota Bandung 17,7 persen dan Kabupaten Sumbawa 16,4 persen.
Berita Terkait
-
Tito Karnavian Tegas! ASN Terlibat Judi Online Bakal Disanksi Tanpa Pengecualian
-
Satgas Percepat Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan hingga 2028
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang
-
Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?