Suara.com - ISIS kembali melakukan eksekusi mati terhadap beberapa orang. Kali ini, yang mereka eksekusi bukanlah tawanan melainkan anggotanya sendiri lantaran disinyalir menjadi mata-mata.
Aksi eksekusi terhadap anggota sendiri ini kian intens setelah sejumlah petinggi ISIS tewas terbunuh dalam serangan udara pasukan koalisi Barat. Sejumlah anggota yang diyakini sebagai pembocor rahasia keberadaan para petinggi yang jadi korban pun kena getahnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, ISIS sudah mengeksekusi banyak orang. Lansiran Metro, sebanyak 38 orang diantaranya dieksekusi lantaran diduga berperan sebagai informan bagi musuh setelah salah satu petinggi mereka, Abu Hayjaa al-Tunsi dari Tunisia, diledakkan mobilnya.
Akibatnya, beberapa anggota ISIS dipenjara, sementara sebagian lainnya kabur. Mereka khawatir akan ikut-ikutan dituduh menjadi mata-mata.
Informasi ini dibenarkan oleh para aktivis oposisi Suriah, komandan milisi pasukan Kurdi, sejumlah pejabat intelijen Irak, dan seorang informan pemerintah Irak yang menyusup ke dalam kelompok ISIS.
ISIS sengaja mempertontonkan jenazah-jenazah orang yang diduga sebagai mata-mata di hadapan publik. Hal itu dilakukan sebagai peringatan.
Ketua Badan Pemantau Hak Asasi Manusia Rami Abdurrahman, mengatakan bahwa sejumlah petempur mulai membocorkan informasi rahasia soal keberadaan para target karena diiming-imingi uang. Kabarnya, ISIS mengalami masalah pendanaan sejak tak lagi menguasai sejumlah rute suplai perdagangan minyaknya ke Turki. Oleh karena itu, mereka terpaksa menurunkan besaran gaji anggotanya.
"Mereka mengeksekusi puluhan petempur sebagai hukuman karena membocorkan informasi kepada pasukan koalisi atau memasang GPS atau alat pelacak agar pesawat musuh bisa melancarkan serangan di lokasi tertentu," kata Abdurrahman.
Namun, ISIS juga mempunyai metode tersendiri untuk mengantisipasi aksi para mata-mata. Salah satunya adalah dengan memberikan informasi palsu, misalnya soal keberadaan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, kepada anggota yang dicurigai sebagai pembocor rahasia. Apabila serangan udara menghantam lokasi palsu yang mereka berikan, maka kemungkinan besar si anggota adalah mata-mata. (Metro)
Tag
Berita Terkait
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir