Suasana sidang kasus suap proyek reklamasi Teluk Jakarta di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (20/7/2016). [Suara.com/Nikolaus Tolen]
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kembali melanjutkan sidang kasus dugaan suap anggota DPRD terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Zonasi Wilyah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Pantai Utara Jakarta dan Raperda Tata Ruang dan Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta pada Rabu (20/7/2016). Pada sidang dengan agenda pemeriksaan saksi terhadap terdakwa Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan empat orang saksi.
Mereka adalah Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik, Selamat Nurdin,dan Anggota Badan Legislasi Daerah DPRD DKI, Mohamad Sangaji alias Ongen Sangaji.
Kehadiran empat orang saksi tersebut tidak terlepas dari munculnya para pengawal yang selalu mendampingi mereka. Berdasarkan pantauanSuara.com, ruang sidang tempat disidangkannya kasus tersebut dipenuhi oleh pria-pria gempal bermuka sangar. Mereka adalah para pengawal dari keempat saksi tersebut. Sekira belasan Pria berkulit hitam tersebut tampak berada dalam ruangan sidang.
Mereka tampak berusaha untuk mengarahkan dan memberikan tempat duduk bagi keempat saksi tersebut saat baru masuk ke dalam ruangan sidang. Karena, hakimnya belum ada, keempat saksi pun tidak langsung duduk di kursi para saksi. Akhirnya, baik Prasetyo, Taufik, Ongen, dan Selamat Nurdin pun harus menunggu di kursi tempat para penonton sidang berada. Mereka tampak asyik bercakap-cakap dengan para pengawal dan kenalan mereka.
"Silahkan Pak, duduk disini dulu," kata salah seorang pengawal Ongen sambil mengaeahkan Ongen untuk duduk.
Namun, saat hakim masuk ke ruangan, keempat saksi pun harus duduk di kursi para saksi. Pada saat itu juga, para pria bermuka sangar dan berbadan besar tersebut kembali mengarahkan Pras, dan kawan-kawannya untuk duduk di kursi para saksi.
Ketika, Pras dan Taufik masuk untuk mengambil sumpah, para pengawalnya pun hanya duduk dan terus menyimak kesaksian yang disampaikan oleh majikan mereka. Saat ini, sidang lanjutan kasus suap reklamasi masih berlangsung.
Diketahui, dalam kasus ini KPK sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Mantan Presiden Dirwktur PT.Agung Podomoro Land, Ariseman Widjaja, Karyawan PT.APL, Trinanada Prohantoro, dan Mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi. Dari tiga nama tersebut, baru Ariesman dan Trinananda saja yang berkas perkaranya sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor. Sementara, Sanusi, hingga saat ini, berkasnya masih terus dilengkapi oleh Penyidik KPK. Pada akhirnya, KPK juga menetapkan Sanusi sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang.
Komentar
Berita Terkait
-
Sanusi Mengaku Akan Didukung Aguan di Pemilihan Gubernur Jakarta
-
Sanusi Akui Kontribusi Tambahan 15% Untungkan Warga Jakarta
-
Sanusi Mengaku Diajak Abangnya, Taufik ke Rumah Aguan
-
Jaksa Putar Percakapan Sanusi dan Abangnya, Taufik di Pengadilan
-
KPK Sita Enam Apartemen dan Sejumlah Mobil Hasil Korupsi Sanusi
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Geger Temuan 11 Bayi di Sleman, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Mereka Jadi Korban
-
Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki
-
Garudayaksa FC Jadi Sorotan Usai Naik Kasta, DPR: Juara Karena Kualitas, Bukan Perintah Presiden!
-
TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI
-
Brimob Polda Metro Jaya Masih Berjaga di Markas Judi Online Hayam Wuruk Jakarta Barat
-
Kemnaker Dorong Kesempatan Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Tuli
-
Wow! Biaya Lahiran Normal di Negara Ini Lebih Mahal dari Rumah
-
JK Diserang Isu Miring, Aliansi Ormas Islam: Mungkin Mau Dirusak
-
Heboh Dugaan Jaringan Pedofilia WNA Jepang di Blok M, Polda Metro Turun Tangan
-
PKS Usul Pemprov DKI Jakarta Blokir NIK Suami yang Tak Nafkahi Anak-Istri usai Cerai