Suara.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur menyebutkan jumlah pelajar yang putus sekolah di daerah tersebut selama tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 46 anak.
"Paling banyak siswa 'drop out' pada jenjang pendidikan SMP/MTs, totalnya ada 26 siswa pada tahun ajaran kemarin," kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Iswanto, di Tulungagung, Jumat (22/7/2016).
Menurut Iswanto, banyak faktor yang mempengaruhi anak sehingga mereka putus sekolah atau drop out (DO), salah satunya karena faktor ekonomi sehingga membuat anak terpaksa membantu orang tua bekerja ketimbang melanjutkan sekolah.
"Mungkin anaknya ingin melanjutkan dan orang tuanya sadar akan pentingnya pendidikan, tapi faktor biaya menjadi hambatan yang tidak bisa mereka atasi," ujarnya pula.
Kendati sudah ada program pendidikan gratis melalui bantuan operasional sekolah hingga beasiswa bagi siswa miskin, sejumlah kebutuhan tambahan diduga menjadi pertimbangan yang memberatkan orang tua atau wali siswa.
"Seperti biaya jajan anak, transportasi apabila harus naik kendaraan umum, pakaian, sepatu, alat tulis dan lain-lain. Sekalipun anak itu masuk Kartu Indonesia Pintar, tapi kebutuhan hidup tidak ada hentinya. Faktor inilah yang mungkin menjadi hambatan," katanya pula.
Guna mengantisipasi hal itu, lanjut dia, Disdik Tulungagung kini berusaha membantu bagaimana sekolah bisa mengupayakan anak tetap melanjutkan pendidikan.
Salah satu yang kini gencar dilakukan adalah bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) agar menghentikan anak untuk tidak bekerja.
"Pendidikan itu penting, apalagi pendidikan dasar harus diberikan mulai usia tujuh tahun hingga 15 tahun," kata Iswanto lagi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Diaspora
-
Serum Malam Wardah yang Ampuh Tenangkan Kulit Berjerawat, Lengkap dengan Review Pengguna
-
7 HP Murah Layar Refresh Rate 120 Hz, Scrolling Mulus dan Fitur Lengkap
-
Tak Mau Sia-siakan Talenta, Diaspora Diizinkan Miliki Double Paspor
-
Skandal Suap Bupati Ponorogo: Sugiri Sancoko Dijatuhi Hukuman 6,5 Tahun Penjara
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
-
Semarak HUT ke-81 RI, Bandara Kualanamu Gelar Kegiatan Kemerdekaan hingga Simfoni Nusantara
-
Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan
-
3 Pemain Singapura Paling Bahaya: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada
-
Tak Lagi Pakai Diesel, Listrik di Desa Akan Bersumber dari PLTS