Suara.com - Tercatat terjadi pelanggaran sebanyak 113 persen pada uji coba sistem ganjil genap di hari kedua. Adapun jumlah kendaraan yang melakukan pelanggaran tercatat sebanyak 1.176 kendaraan yang menggunakan pelat nomor ganjil pada Kamis (28/7/2016) kemarin.
Kepala Sub Direktorat Bidang Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, banyaknya pelanggar yag tercatat pada kebijakan ganjil genap di hari kedua tersebut karena hanya dikenakan sanksi berupa teguran. Sanksi tilang belum diterapkan karena baru masuk pada tahapam sosialisasi.
"Ya mungkin masyarakat tahu kepolisian hanya memberikan teguran lisan, sehingga mereka mengira tidak kena denda, jadi responnya belum maksimal," kata Budiyanto saat dihubungi, Jumat (29/7/2016).
Dia mengatakan rata-rata para pelanggar terjaring di kawasan ganjil-genap yakni di antaranya di Jalan Mampang, Bundaran Senayan, lampu merah Kuningan, Bundaran HI, Kebon Sirih, CWS, Patung Kuda dan Oteva. Di kawasan-kawasan tersebut ada sebanyak 932 pelanggar yang terjaring. Sedangkan di kawasan Sudirman-Thamrin dari arah Blok M ke Kota hanya ada 15 pengendara yang melanggar aturan tersebut.
Adapun di kawasan Gatot Subroto dari arah Cawang ke Tomang dan sebaliknya ada total 221 pelanggar yang terjaring. Kemudian di kawasan Kota ke arah Blok M ada 17 pelanggar. Sedangkan di hari sebelumnya Rabu (27/7/2016) kemarin, hanya ada 553 pengendara mobil berpelat genap masuk ke kawasan ganjil genap.
Budiyanto memprediksi apabila sudah diberlakukan sanksi tilang maka nantinya akan ada penurunan terhadap jumlah pelanggar pada kebijakan ganjil genal.
"Ya nanti mungkin akan turun (pelanggar). Nanti kan akan dikenai denda maksimal Rp 500.000 atau dua bulan kurungan penjara," kata dia.
Berita Terkait
-
Jakarta Tak Pernah Selesai dengan Macet, Pengamat: Kesalahan Struktur Ruang Kota
-
Menko Airlangga Ngeluh Harga Mobil-Motor Murah Bikin Jakarta Macet
-
Hujan Deras Bikin Jakarta Macet Parah, Dirlantas Polda Metro Turun Langsung ke Pancoran
-
Pemprov DKI Dinilai Mundur Atasi Macet dengan Pangkas Trotoar di Jalan TB Simatupang
-
TB Simatupang Macet Parah, Pemprov DKI Pertimbangkan Bikin Flyover atau Underpass Baru
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BMKG Peringatan Dini! Hujan Ekstrem Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan
-
Libur Imlek: Penumpang Whoosh Naik Signifikan hingga 25 Ribu Orang Sehari
-
Xi Jinping dan Donald Trump Segera Bertemu, Ada Potensi Bisnis dan Skenario 'Perang'
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Meriahkan Imlek, InJourney Tawarkan Promo Tiket Sunrise Borobudur Rp350 Ribu
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
-
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API