Suara.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan 5.0 Skala Richter (SR) menguncang wilayah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu pukul 19.42 WIB, namun tidak berpotensi tsunami.
Hasil analisis BMKG yang diterima kantor berita Antara di Kupang, Minggu malam menyebutkan, gempa bumi berpusat pada 9,34 LS dan 119,48 BT, tepatnya di laut Selat Sumba pada jarak 97 km arah barat laut Kota Waingapu di kedalaman 93 km.
Hasil analisis peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan cukup kuat yang dirasakan hingga ke Waingapu, Palamedo, Karendi, Waikelo, Genggalo, Bondokodi, Lokolaka, Waikabubak, Matolang, Tanahkedungku, Lewapaku, dan Makamenggit, pada skala intensitas II SIG BMKG (III-IV MMI).
Banyak warga Sumba Barat terkejut akibat guncangan gempa bumi ini, bahkan beberapa di antaranya berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa bumi. Guncangan gempa bumi ini juga dilaporkan dirasakan hingga Bima, Pulau Komodo, dan Flores Barat.
Gempa bumi Pulau Sumba yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi menengah yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng.
Dalam hal ini, Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju16 mm/tahun, tepatnya di zona Benioff di bawah Pulau Sumba terjadi dislokasi batuan kerak bumi yang selanjutnya dimanifestasikan sebagai gempabumi.
Karena hiposenter gempa bumi ini berada di kedalaman menengah maka wajar jika guncangan dirasakan hingga daerah Bima dan Flores Barat.
Hasil analisis mekanime sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini menimbulkan penyesaran oblique turun, yaitu kombinasi antara penyesaran mendatar dan turun. Ini sesuai dengan kondisi slab lempeng di kedalaman menengah yang sudah mendapat pengaruh gaya tarikan ke bawah, sehingga ada unsur patahan dengan pergerakan turun.
Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu masyarakat pesisir pantai utara Pulau Sumba, pantai selatan Sumbawa, Pulau Komodo, dan Pantai Flores Barat dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
Berita Terkait
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela
-
Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang
-
Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela
-
Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi
-
Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas
-
OTT Lagi! KPK Tangkap Bupati Langkat, Operasi Senyap ke-15 Sepanjang 2026
-
Menkeu Mengatakan Pemerintah Mulai Cabut Subsidi BBM Pekan Depan
-
Sering Bikin Kaget! MRT Rem Mendadak di Jalur Senayan-ASEAN Ternyata Akibat Gangguan Sinyal
-
Iran Bombardir Israel dan Amerika Serikat Kalau Ganggu Pemakaman Ali Khamenei
-
Israel Tangkap 6 Siswa Palestina, Rumah Digerebek Tengah Malam
-
UU Baru China Tuai Kontroversi, Legalkan Represi Lintas Negara
-
Israel Akan Batasi Azan Berkumandang di Masjid
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam