Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menceritakan latar belakang ketujuh anak yang baru saja diselamatkan dari kasus perdagangan dan prostitusi anak untuk kaum gay di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Dua anak di antaranya tidak didampingi orangtua saat menjalani pemeriksaan polisi karena keberadaannya belum diketahui.
"Saya sempat tanya, bagaimana mereka tinggal selama ini? Rupanya mereka ngontrak bersama anak-anak 15-16 tahun. Mereka jauh dari keluarganya. Akhirnya mereka diajak untuk melakukan itu," kata Khofifah di DPR, Kamis (1/9/2016).
Kemudian ada anak yang awalnya tak punya masalah dengan keluarga. Dia dan keluarganya baik-baik saja. Namun persoalan muncul setelah keluarganya berantakan. Anak tersebut kemudian pergi dari rumah dan bertemu dengan seseorang yang belakangan mengajak ikut jaringan gay.
"Misalnya, sampai umur 13 tahun dia bahagia, rumahnya seperti surga, setelah itu di rumah itu sering berantem, setelah itu tidak ada orang di rumah yang mau mendengarkan dia, sampai suatu saat ada yang mau mendengarkan keluhan dia dan mengajak dia dan seterusnya," kata dia.
"Jadi kita bisa lihat dari hasil rapid assessment untuk dijadikan petunjuk awal psycho social bagi anak-anak ini. Sementara sih kemungkinan kebutuhannya tiga-empat minggu, mereka harus mendapatkan psycho social therapy di rumah perlindungan ini," Khofifah menambahkan.
Ketujuh anak sekarang sudah dalam penanganan pemerintah. Khofifah mengatakan tengah memprioritaskan tiga anak untuk kembali bersekolah.
"Tapi prioritasnya sekarang adalah para orangtua yang tiga ini kan anaknya masih sekolah, maka diminta segera memintakan semacam surat pindah sementara supaya anak ini bisa sekolah. Yang tadinya di sekolah formal ya akan disegerakan untuk masuk sekolah, tetap didampingi pekerja sosial dari perlindungan anak," ujar dia.
Ketujuh anak, kata Khofifah, tengah dalam proses psycho social theraphy dengan pendampingan konsuler profesional. Mereka ditempatkan di rumah aman.
Selain itu, anak-anak juga akan menjalani medical check up di Rumah Sakit Polri Kramatjati dalam waktu dekat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.
"Tadi malam tujuh anak yang sudah dibawa ke Bareskrim kemudian dilimpahkan proses psyco social teraphy-nya di rumah perlindungan anak Kemensos," kata Menteri Khofifah.
Kasus ini berawal dari penangkapan AR setelah dijebak di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (30/8/2016). Saat itu, polisi juga menemukan tujuh anak lelaki. Enam di antaranya berusia 16 tahun dan satu lagi usia 18 tahun. Selain AR, kemarin malam polisi kembali menangkap dua orang lagi.
Dari hasil pemeriksaan, polisi mencatat ada 99 anak korban prostitusi yang ditawarkan melalui Facebook oleh AR. Umumnya, korban berusia 12 tahun sampai 15 tahun. Rata-rata mereka anak putus sekolah dan berasal dari keluarga miskin.
AR menawarkan anak-anak kepada pelanggan melalui akun Facebook. Kalau ciri-ciri yang dicari pelanggan tidak ada, dia akan menghubungi mucikari lainnya.
Setiap transaksi, dia mengenakan tarif Rp1,2 juta. Kemudian anak-anak yang diberikan kepada pelanggan diberi komisi Rp100 ribu sampai Rp200 ribu.
Berita Terkait
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Dinar Candy Tolak Tawaran Kencan Rp1 Miliar: Aku Gak Jualan, Rezekiku Masih Banyak
-
Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka
-
Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global
-
Prabowo dan Megawati Akrab di Gedung Pancasila: Saling Persilakan Jalan Berujung Gandengan dan Tawa
-
Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh
-
Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan
-
Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
-
Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan