News / Metropolitan
Jum'at, 09 September 2016 | 21:27 WIB
Polisi menggiring satu dari dua pelaku yang melakukan perampokan rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (3/9). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Komplotan perampok Pondok Indah pimpinan AJS ternyata merancang aksi perampokan rumah mantan petinggi Exxonmobil, Asep Sulaiman karena tergiur uang pesangon yang mencapai miliaran rupiah.

"Pelaku mengetahui pesangon terhadap Pak Asep jumlahnya besar sehingga mereka tergiur untuk melakukan perampokan di rumah Pak Asep ketika pensiun. Mencapai miliaran," kata Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan kepada wartawan, Jumat (9/9/2016) malam

Dua dari lima tersangka pernah bekerja sebagai pegawai di rumah Asep. Keduanya yakni AJS pernah menjadi pengawal pribadi Asep. Sedangkan S alias C pernah bekeja sebagai sopir pribadi mantan penting perushaan minyak tersebut.

Meski demikian, polisi belum mengetahui pembagian hasil, lantaran aksi perampokan tersebut gagal dilakukan para tersangka. Dengan ditangkap S, polisi bakal mendalami seoal pembagian hasil kelima tersangka.

"Untuk pembagian akan kami dalami. Karena para pelaku baru kami ambil dan S baru menyerahkan diri. Karena hasilnya juga kan belum diperoleh," kata Hendy.

Polisi sendiri telah menyimpulkan jika motif dalam kasus ini adalah murni perampokan. Alibi yang sempat diutarakan AJS dan pengacaranya jika kedatangan mereka ke rumah korban terkait dengan permasalahan pribadi.

Namun, kata Hendy alibi tersebut terbantahkan dari hasil pemeriksaan para saksi, dan tersangka lain serta analisa dari fakta-fakta yang ditemukan penyidik.

"Dari berbagai alibi yang mereka sampaikan akan kita dalami. Tapi dengan keterangan saksi dan beberapa TKP mereka ketemu dan merencanakan motif kami utuh murni perampokan," kata Hendy.

Tag

Load More