Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan paket kebijakan hukum berikutnya akan menyasar pada penyederhanaan regulasi. Ini dalam rangka mendorong reformasi hukum.
"Dari inventarisasi permasalahan hukum nasional kita gunakan banyak sekali hal-hal yang perlu kita perbaiki misalnya saja masalah regulasi," kata Menkopolhukam Wiranto, di Jakarta, Senin (17/10/2016).
Dia menuturkan masih banyak peraturan yang perlu dilakukan reformasi hukum. Setelah mengeluarkan paket kebijakan hukum pertama mengenai pemberantasan pungutan liar, Wiranto mengatakan masih banyak permasalahan hukum nasional yang satu per satu akan kan diatasi dengan pembuatan paket kebijakan hukum selanjutnya.
Menko Polhukam mengatakan dalam 5 tahun ada lebih dari 60.000 peraturan yang tumpang tindih, tidak efektif dan justru tidak bersifat mengatur melainkan mengganggu.
Untuk itu, dia mengatakan perlu dilakukan reformasi hukum dengan menyederhanakan regulasi agar tidak menghambat satu sama lain yang dapat mengganggu pembangunan bangsa Indonesia.
"Itu semua akan kita bersihkan," tuturnya.
Kemudian, Menkopolhukam menuturkan reformasi hukum juga akan dilakukan terkait penyelundupan dan makelar kasus.
Selain regulasi yang tumpang tindih, dia mengatakan permasalahan nasional lain yang juga perlu dipperhatikan dalan membuat paket kebijakan hukum lainnya seperti praktik yang menyangkut biaya-biaya yang tidak wajar, menyangkut budaya hukum untuk meningkatkan perilaku masyarakat yang taat pada hukum. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit
-
Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan