Suara.com - Gerakan AntiNarkotika Indonesia sangat mendukung kebijakan pemerintah yang akan merencanakan penempatan penjahat narkoba di lembaga pemasyarakatan khusus di pulau terluar.
"Pengasingan bandar narkoba di daerah teperpencil itu juga untuk menghindari agar tidak bisa melakukan transaksi narkotika dengan sindikat," kata Sekretaris DPP Gerakan Anti Narkortika (GAN) Indonesia Zulkarnain Nasution di Medan, Sabtu (22/10/2016).
Sebab, menurut dia, selama ini meski bandar narkoba tersebut menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (Lapas) umum sehingga masih bisa mengendalikan bisnis obat-obat terlarang itu dari dalam penjara.
Hal itu seperti yang dilakukan narapidana (Napi) Togiman alias Toge di Lapas Klas II A Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Meret 2016.
Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar sindikat narkotika jaringan internasional yang dikendalikan Togiman.
BNN berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 97,025 kilogram, 50 ribu butir pil ekstasi dan 6 ribu butir happy five yang dikendalikan dari dalam Lapas Lubuk Pakam itu.
Dengan penempatan napi narkoba itu ke lapas khusus di pulau terluar, maka diharapkan tidak bisa lagi dikunjungi sindakat atau kelompok jaringan narkotika tersebut.
"Ide yang dibuat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) itu sangat bagus dan hal ini bertujuan untuk membuat efek jera terhadap pengedar narkoba yang selama ini meresahkan masyarakat," ucapnya.
Zulkarnain berharap lapas khusus narkoba itu harus mendapat pengawalan ekstra ketat dari petugas dan berkomitmen tegas dalam penegakan hukum dan jangan berbuat pelanggaran.
Selain itu, jaringan komunikasi telepon selular tidak boleh ada di lapas tersebut, kunjungan pihak keluarga narapidana juga harus terjadwal.
"Diharapkan dengan penempatan napi narkoba di lapas pulau terluar itu dapat meminimalisir penyelundupan dan peredaran narkoba di tanah air," kata Alumni Leiden university, Belanda tersebut.
Sebelumnya, Kemenkumham merencanakan pembangunan penjara di pulau terluar yang akan dikhususkan bagi penjahat narkoba, teroris dan koruptor, dengan pengamanan super maksimum.
Untuk memulai pembangunan lapas itu, pertama yang harus dilakukan adalah mencari lokasi lapas tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!
-
Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri
-
4 Shio yang Diprediksi Makin Bahagia dan Beruntung Besok 7 Agustus 2026
-
Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten Jayapura
-
Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur
-
Toyota Indonesia Sambut Rencana Insentif Kendaraan Listrik dengan Baterai Nikel
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026