Suara.com - Amerika Serikat pastikan membatalkan rencana penjualan sedikitnya 26.000 pucuk senapan serbu kepada kepolisian Filipina. Pembatalan diduga akibat tuduhan pelanggaran HAM yang dilakukan Presiden Rodrigo Duterte terkait perang narkoba. Hal ini seperti disampaikan anggota senat Filipina kepada Reuters, Senin (1/11/2016) waktu setempat.
Hubungan Filipina dengan AS tak akur menyusul kebijakan tembak mati terhadap pengedar narkoba. Ribuan penyalur barang haram tewas didor sejak Duterte duduk di kursi orang nomor satu Filipina. Kebijakan kontroversial ini juga ditentang sejumlah negara, termasuk AS, karena dianggap melanggar HAM.
Setidaknya 2.300 pengedar narkoba tewas dalam operasi polisi serta pasukan khusus anti-narkoba sejak Duterte dilantik menjadi presiden Filipina 30 Juni lalu. Kebijakan ini dilakukan justru saat Filipina dan AS sedang menjajaki penjualan ribuan senapan serbu.
Pembatalan ini tak bikin Duterte kalang kabut. Pasalnya, masih ada dua negara lain yakni Rusia dan Cina yang siap impor senjata ke pemerintah Filipina.
Ketegangan AS dan Filipina pecah saat Duterte memaki Presiden AS Barrack Obama dengan mengatakan "Go To Hell" dalam pidatonya. (The Guardian)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi