Suara.com - Selama melakukan blusukan dan kampanye di kampung-kampung, calon Gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak merasa di tolak warga. Menurut Ahok, penolakan yang selama ini terjadi dilakukan oleh warga yang bukan tinggal di daerah tempat ia blusukan.
"Kalau pengalaman saya turun nggak kok (ditolak). Bahkan ada Ibu-ibu yang marah (karena ada yang demo), ibu itu marah-marah karena merasa (yang demo) bukan orang dia kok," ujar Ahok di kediamannya, Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara,Kamis (10/11/2016) malam.
Menurut Ahok, apabila masyarakat Jakarta tak suka dirinya beserta Djarot Saiful Hidayat kembali memimpin Jakarta priode 2017-2022 untuk tidak memilihnya pada Pilkada Jakarta 15 Februari 2017.
"Makanya saya bilang kalau kita mau beradab dibuktikan 15 Februari. Kenapa sih takut sama Ahok?," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini meminta kepada pesaingnya di Pilkada Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk menawarkan program-program yang baik ke masyarakat.
"Kalau kamu bagus kamu buktikan dong kamu satu putaran. Ahok kalah ya sudah. Kenapa mesti pakai cara barbar, pakai cara turunin (Ahok)?" katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?