News / Metropolitan
Jum'at, 11 November 2016 | 14:13 WIB
FPI cabang Kecamatan Kebon Jeruk ikut demonstrasi menolak rencana kedatangan Basuki Tjahaja Purnama di Jalan Kedoya Raya RT 3, RW 6, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2016) sore. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Selama melakukan blusukan dan kampanye di kampung-kampung, calon Gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak merasa di tolak warga. Menurut Ahok, penolakan yang selama ini terjadi dilakukan oleh warga yang bukan tinggal di daerah tempat ia blusukan.

"Kalau pengalaman saya turun nggak kok (ditolak). Bahkan ada Ibu-ibu yang marah (karena ada yang demo), ibu itu marah-marah karena merasa (yang demo) bukan orang dia kok," ujar Ahok di kediamannya, Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara,Kamis (10/11/2016) malam.

Menurut Ahok, apabila masyarakat Jakarta tak suka dirinya beserta Djarot Saiful Hidayat kembali memimpin Jakarta priode 2017-2022 untuk tidak memilihnya pada Pilkada Jakarta 15 Februari 2017.

"Makanya saya bilang kalau kita mau beradab dibuktikan 15 Februari. Kenapa sih takut sama Ahok?," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini meminta kepada pesaingnya di Pilkada Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk menawarkan program-program yang baik ke masyarakat.

"Kalau kamu bagus kamu buktikan dong kamu satu putaran. Ahok kalah ya sudah. Kenapa mesti pakai cara barbar, pakai cara turunin (Ahok)?" katanya.

Load More