News / Metropolitan
Jum'at, 11 November 2016 | 18:08 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Mulyadi ketemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Mulyadi membantah organisasinya terlibat dalam melaporkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ke Bareskrim Polri.

"Saya rasa yang punya hak secara institusi menggunakan nama HMI hanya PB HMI dengan saya, Mulyadi Tamsir dan Ami Jaya sebagai ketua dan sekjen," kata Mulyadi di DPR, Jumat (11/11/2016).

‎Dia menegaskan Korps Alumni HMI hanya yang berada di bawah kepemimpinan M. S. Kaban.

"Di KAHMI ada majelis nasional KAHMI, ada presidiumnya M. S. Kaban. Di luar itu tidak ada elemen lain yang mengatasnamakan institusi baik PB HMI maupun KAHMI secara bersama-sama dengan nama kesatuan aksi keluarga besar HMI," kata dia.

Mantan Sekjen PB HMI Ahmad Doli Kurnia mengaku sedang mencari tahu Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi yang melaporkan Yudhoyono ke Bareskrim. Dia menduga forum ini memiliki tujuan untuk memecah belah HMI.‎

"Dan mengenai siapa itu yang mengaku atas nama lintas generasi itu kami sedang mencari. Informasi awal sudah kita dapatkan bahwa yang bersangkutan itu juga adalah bagian dari kelompok pendukung Ahok. Tapi kita mau terus validasi sehingga sebetulnya ini adalah pemecah belahan HMI dan umat. Jadi itu dengan adanya organ ini hal-hal seperti itu bisa terbantahkan," tuturnya.

Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi melaporkan Yudhoyono ke Bareskrim atas dugaan tindak pidana penghasutan saat jumpa pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (2/11/2016).

BERITA MENAIK LAINNYA:

Ahok: Buat Apa Masuk ke Markas FPI, Satu Lawan 100

Kisah Cinta Antasari, Taklukkan Putri Pimpinan TNI Galak

Para Kyai dan Ulama Keluarkan Semua Uneg-uneg soal Ahok ke Jokowi

Jika Ahok Tersangka, Siapa Paling Diuntungkan? Ini Kata LSI

Ini yang Dilakukan Antasari Jika Diminta Gabung KPK Lagi

Load More