Suara.com - Presiden Joko Widodo memerintahkan agar dikaji ulang penggunaan aset-aset negara yang dikuasai oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia mengungkapkan banyak aset negara yang dikuasai oleh Kementerian Pertahanan termasuk TNI.
"Informasi yang saya peroleh, bahwa Kemenhan menguasai 21 persen aset negara, aset TNI termasuk di dalamnya. Aset TNI yang dimaksud di sini adalah aset TNI yang secara langsung digunakan oleh TNI sebagai Markas Besar maupun sebagai penunjang operasi dan fungsi TNI," kata Jokowi dalam rapat terbatas tentang Optimasilasi Pemanfaatan Aset TNI di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Dia menjelaskan, dalam aset-aset yang dikuasai Kementerian Pertahanan juga ada aset BUMN. Menurutnya aset-aset negara itu dapat dioptimalkan lebih bermanfaat tidak hanya untuk kepentingan TNI, namun juga untuk kepentingan umum. Ia meminta dilakukan pendataan ulang mengenai aset-aset tersebut.
"Inventarisasi ini berguna untuk memetakan mana aset yang digunakan tidak sesuai tupoksi, aset yang digunakan oleh pihak ketiga, baik karena disewa atau tanpa sewa, dan juga aset TNI yang tidak dimanfaatkan atau idle, aset TNI yang sedang dalam sengketa. Ini juga ada bangunan di atas tanah aset TNI didirikan bangunan oleh pihak lain dan juga bangunan yang merupakan aset TNI yang didirikan di atas lahan pihak lain," ujar dia.
Dia menambahkan, sampai saat ini masih banyak aset TNI yang belum tersertifikasi. Hal itu perlu didata ulang guna memperjelas status hukum kepemilikannya. Ia meminta status hukum aset-aset tersebut segera diselesaikan permasalahannya dengan mengutamakan asas kemanusiaan, keadilan sosial serta menjunjung tingggi ketentuan hukum yang berlaku.
"Inventarisasi aset TNI juga akan mempermudah perencanaan pemanfaatan secara lebih jelas dan lebih tepat, misalnya aset-aset TNI yang berada di pusat-pusat kota yang cukup luas, namun tidak dimanfaatkan atau idle bisa dipikirkan, dikaji ulang untuk dimanfaatkan lebih optimal," tutur dia.
Jokowi menekankan agar optimalisasi pemanfaatan aset TNI tersebut harus betul-betul sesuai perundang-undangan yang berlaku. Dan prosesnya juga harus dilakukan secara transparan, mempertimbangkan manfaat untuk kepentingan TNI maupun untuk kepentingan bangsa, kepentingan rakyat dan kepentingan NKRI.
"Untuk itu saya minta Menhan, Panglima TNI, Menkeu berkoordinasi untuk melakukan inventarisasi dan optimalisasi pemanfaatan aset-aset TNI. Libatkan Kementerian terkait misalnya Menteri Agraria dan Tata Ruang, dan saya minta manajemen aset TNI lebih transparan," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Media AS Sorot Sepasang Kekasih Asal Aceh Dicambuk karena Ciuman di TikTok
-
Jamin Kesejahteraan Masa Tua, Pemerintah Siapkan Skema Dana Pensiun untuk Atlet
-
Pukat UGM Desak Kejagung Usut Semua SPPG, Termasuk yang Dikelola Aparat
-
HUT Bhayangkara ke-80, Disebut Jadi Momentum Merayakan Transformasi Polri
-
Skandal MBG Seret Jenderal Polisi, Bukti Bahaya Ketika TNI-Polri Aktif Duduki Jabatan Sipil
-
Qodari Beberkan Bukti Prabowo Berpihak ke Pertanian: Harga Pupuk Turun, Kesejahteraan Petani Naik
-
Qodari: 1.151 Km Jalan Daerah Dibangun Demi Pastikan Pemerataan Ekonomi
-
Raja Juli Akui Bupati Kuansing Tinggalkan Amplop di Kantornya
-
Namanya Terseret, Menhut Raja Juli Nyatakan Siap Bantu KPK Bongkar Kasus OTT Bupati Kuansing
-
Kena OTT KPK, Ini Rincian Harta Bupati Langkat Syah Afandin