Suara.com - Usai mendengarkan keterangan dua anggota Polresta Bogor Brigadir Kepala Agung Hermawan dan Brigadir Polisi Satu Ahmad Hamdani di sidang keenam perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sekretaris Forum Umat Islam Bogor Willyuddin Abdul Rasyid Dhani menilai kedua polisi tersebut tidak profesional ketika menerima laporan Abdul.
"Ini menunjukkan ketidakprofesionalan polisi dalam menangani perkara, menerima laporan," kata Willyuddin usai sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan R. M. Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2017).
Abdul menilai mereka tidak profesional karena melakukan beberapa kesalahan pengetikan data di berkas acara pemeriksaan.
"Karena saya berkali-kali koreksi (laporan), bahkan saya menyodorkan kronologis saya yang seperti ini, ini tanggalnya jelas di sini. Enggak mungkin dong saya menonton video kemarin kemudian saya lapor tanggal 7 kemudian ditulis bulan September, sudah sempet saya coret," katanya.
Dia menuding kesaksian kedua anggota polisi di persidangan tadi tidak konsisten. Abdul merasa dirugikan sebagai pelapor kasus Ahok.
"Apalagi dalam sidang tadi, dia tidak konsisten jawabannya. oleh karena itu kami kecewa oleh kinerja polisi. Ini merugikan para pelapor yang ingin mencari keadilan hukum, secara transparan, jujur, dan adil," katanya.
Itu sebabnya, Abdul berencana menempuh jalur hukum untuk menindaklajuti kasus Agung dan Ahmad.
"Kami mungkin akan menindaklanjuti ketidakprofesionalan ini. karena kami dirugikan, karena kesaksian kami ditakuti oleh pihak terdakwa," katanya
"Kita akan buat laporan, tunggu saja, karena saya diperlakukan tidak adil sebagai saksi pelapor," Willyuddin menambahkan.
Dalam persidangan tadi, terungkap bahwa ada ketidaktelitian Briptu Ahmad dalam menuliskan laporan Willyudin.
Briptu Ahmad menulis kasus dugaan penodaan agama terjadi pada 6 September 2016 di Tegal Lega, Bogor, Jawa Barat. Padahal, kejadian sebenarnya pada 27 September 2016 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Briptu Ahmad mengaku tidak tahu kalau ternyata terjadi kesalahan tanggal. Dia mengaku lupa harinya.
Di persidangan, hakim juga bertanya kepada anggota polisi tersebut mengenai kenapa mau menerima laporan, padahal kejadiannya berlangsung di Kepulauan Seribu, Jakarta.
Dia mengatakan kalau ada orang laporkan warga langsung diterima, baru setelah itu disalurkan. Sebab, jika laporan ke Kepulauan seribu terlalu jauh, katanya.
Berita Terkait
-
Satu Perempuan, Ini Sosok Dua Terduga Pelaku Challenge Baca Alquran Hadiah Miras
-
Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka
-
Terancam 3 Tahun Penjara! Sosok yang Tantang Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras Ternyata Pengunjung
-
Sebut Kasus Ahok, PMII Peringatkan Pramono Anung Usai Heboh Challenge Al-Quran Berhadiah Miras
-
Viral Video Lafalkan Al Quran demi Miras, Polisi Mulai Panggil Pihak Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi