Ilustrasi Polda Metro Jaya [suara.com/Oke Atmaja]
Rumah berlantai dua dan bercat pink di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur, merupakan tempat tinggal Firza Husein.
Rumah tersebut berpagar putih dan tertutup rapat.
Tidak ada tanda-tanda aktivitas di rumah bernomor 40A, hari ini, kecuali jemuran pakaian yang terlihat di beranda lantai dua.
Firza merupakan salah satu tersangka kasus dugaan pemufakatan makar. Dia merupakan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana.
Seorang pekerja bengkel yang terpisah satu rumah dari kediaman Firza membenarkan Firza tinggal di rumah tersebut.
"Itu rumah orangtuanya," katanya, Senin (30/1/2017).
Dia mengaku tidak tahu keberadaan Firza maupun orangtuanya sekarang karena mereka jarang terlihat ada di rumah.
"Mungkin di Pontianak, rumah (lain) orangtuanya," katanya.
Kalaupun ada orang di rumah, kemungkinan besar asisten rumah tangga atau bahkan putri tunggal Firza yang duduk di bangku SMA.
"Tapi saya enggak tahu juga," imbuh pria yang sejak lahir menetap di daerah tersebut.
Tukang bengkel juga pernah membantu membereskan pekerjaan di rumah Firza, seperti mengecat rumah. Namun, dia bersikeras tidak pernah mengobrol atau mengenal perempuan itu secara dekat. Interaksi mereka hanya sekadar saling menyapa bila bertemu.
"Udah lama sih nggak kelihatan," katanya.
Menurut istri ketua RT 3, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, rumah itu dimiliki Husein, ayah Firza.
"Saya saja (di sini) dari (tahun) '84, dia antara 20-25 (tahun) kayaknya. Tapi nggak pernah kumpul sama kita," kata Suwarni.
Jarang bergaul
Keluarga Husein, termasuk Firza, dikenal sebagai orang yang tertutup, meski tetap ramah pada tetangga. Minimnya interaksi dengan orang sekitar bahkan membuat Suwarni tidak tahu banyak soal tetangga, bahkan dia tidak tahu kapan Firza ada di rumah.
"Nggak tahu lagi ke rumah mamanya, apa kerja, apa ke luar negeri," kata dia dikutip dari Antara.
Kondisi rumah Firza disebutnya selalu tertutup. Bila ada urusan RT, misalnya soal sumbangan, ada asisten rumah tangga yang membukakan pintu atau menjadi perantara dengan tuan rumah.
"Memang susah buka pintu, yang buka biasanya pembantu, kalau butuh kasih surat ya dikasih ke pembantu," katanya.
Suwarni mengatakan keluarga Firza juga tidak pernah sekalipun mengadakan acara di rumah yang mengundang para tetangga. Dia juga tidak tahu kehidupan Firza, terutama soal pekerjaan.
Catatan keluarga di RT tersebut hanya meliputi orangtua Firza. Dia tidak tahu persis apakah Firza --yang dikabarkan janda-- punya saudara kandung, berapa anaknya atau sudah bersuami lagi atau belum.
"Pernah dulu waktu dia belum kerja dan nikah, saya jualan buah dan dia suka beli. Pernah sesekali mengobrol, lama dia tidak ada, tahu-tahu punya suami," ujarnya.
Terakhir kali mereka bertemu berpapasan secara tidak sengaja di RS Haji, Jakarta Timur, yang tidak jauh dari rumahnya.
"Desember kemarin, enggak tahu dia kontrol atau apa," katanya.
Selain itu, dia mengatakan tidak ada aktivitas mencurigakan di kediaman Firza terlepas dari beredarnya berita soal dugaan makar beberapa waktu lalu.
"Di rumah sini enggak ada kegiatan apa-apa, setahu saya di sini adem-adem aja," katanya.
Dia menambahkan dua pekan lalu ada orang dari Polda Metro Jaya ke rumah ketua RT soal Firza meski ia tidak tahu betul apa keperluannya. Sejauh ini dia juga tidak pernah tahu ada publik figur yang pernah mengunjungi rumah Firza.
"Kalau ada, pasti orang sini udah ramai karena kenal (wajah publik figur)" katanya.
Ahmad Dhani sempat menyebutkan nama tersangka Firza Husein yang memintanya untuk menyiapkan mobil komando guna keperluan aksi 212, namun batal.
Komentar
Berita Terkait
-
Polemik Pasal Penghinaan Presiden KUHP, Jokowi Saja Pertanyakan Urgensinya
-
Peringatan Hari Migran Internasional, Partai Buruh Singgung Pasal Penghinaan Presiden Dalam UU KUHP
-
Bukan Buat Lindungi Jokowi? Mahfud MD Ungkap Siapa yang Untung Lewat KUHP Pasal Penghinaan Presiden
-
'Gundulmu!' Kaesang Ngegas saat Memenya Tentang Jokowi Diadukan Warganet
-
Usulan ICJR ke DPR: Ancaman Penjara Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP Diganti Kerja Sosial
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi