Suara.com - Di acara dialog yang diselenggarakan Dewan Pengawas Majelis Ulama Indonesia, Selasa (21/3/2017), Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tantangan berat Indonesia saat ini yaitu ketimpangan ekonomi yang semakin hari semakin jauh. Kondisi ini merupakan sumber utama timbulnya konflik sosial di tengah masyarakat.
"Coba kita melihat pada Singapura yang baru merdeka tahun 1967. Mereka bisa menyejahterakan rakyatnya. Kalau kita lihat demografinya, dia saat ini menjadi dua piramida yang terbalik," kata Tito di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.
Masyarakat di semua level ekonomi di Singapura, kata dia, tidak ada satupun yang meminta merdeka dari negaranya sendiri. Padahal, pemilik tanah di sana mayoritas bangsa Melayu, bukan Cina. Orang-orang Melayu tidak pernah mewacanakan untuk merdeka, meskipun Cina menguasai.
Bukan cuma di Singapura, hal sama juga terjadi di negara New Zealand. Di sana, pemilik tanah mayoritas orang bangsa Maori, tapi dikuasai oleh orang Inggris. Dulu memang pernah terjadi konflik, tapi setelah ada perjanjian, sekarang mereka hidup damai.
Berbeda dengan Indonesia. Warga satu ras mudah sekali disulut konflik dengan ras yang lain. Bahkan, hingga ada kelompok masyarakat yang ingin merdeka sendiri. Kondisi ini, tidak lain dipicu tingginya disparitas si kaya dan si miskin.
"Gini ratio masih tinggi di Indonesia. Jika lihat sistem demografi kita, bentunya itu piramida. Sedikit high class, berkembang middle cals, dan banyak low class, masih kurang educated. Banyak yang tinggal di bawah kolong, masih banyak yang hak-haknya belum terpenuhi sebagai warga negara. Problem yang menurut saya sebagai tantangan untuk kita semua," tutur Tito.
Jika masalah tersebut tidak segera teratasi, masyarakat di posisi bawah akan bereaksi. Apalagi masyarakat kecil merupakan pribumi. Sedangkan yang jadi masyarakat atas adalah ras atau agama yang berbeda.
"Sehingga sentimen ras dan sentimen agama bisa menjadi pencetus untuk bergejolaknya low class. Masyarakat miskin perkotaan, petani, nelayan dan lain-lain itu. Ini saya kira tantangan kita pertama," ujar Tito.
Struktur sosial seperti itu harus segera diubah. Kesejahteraan masyarakat kecil harus segera ditingkatkan. Jika lamban ditangani, apalagi dipicu oleh konflik politik, agama dan kesukuan, maka akan menjadi kerawanan tersendiri bagi Indonesia.
"Ini menjadi kerawanan perpecahan kita," kata Tito.
Berita Terkait
-
Perkuat Akurasi Penyaluran Bansos, Mendagri Dorong Percepatan Integrasi e-Government
-
Lapor Prabowo Soal 18 Kepala Daerah Kena OTT, Tito Soroti Background Artis hingga Pengusaha
-
Anggota DPR Deddy Sitorus Usir Wartawan yang Liputan, Sebut 'Kalian Rombongan Sirkus'
-
Mendagri Siapkan Skema Top Up Anggaran Buat Pemda yang Kesulitan Bayar Gaji Pegawai
-
Belanja Pegawai Sulit, Mendagri Desak Purbaya Segera Cairkan Anggaran DBH ke Pemda
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan