Ketemu Lawan di Final All England Lalu, Ini Kata Kevin/Marcus

Jum'at, 07 April 2017 | 07:45 WIB
Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, saat menghadapi pasangan Cina, Liu Cheng/Zhang Nan, di babak kedua Malaysia Open Super Series Premier, Kamis (6/4/2017). [Humas PBSI]

Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, tak ingin terbebani dengan pertemuan melawan Li Junhui/Liu Yuchen (Cina) di perempat final Malaysia Open Super Series Premier 2017, Jumat (7/4).

Laga ini sendiri tak ubahnya ulangan final All England 2017, 12 Maret lalu. Kala itu, Kevin/Marcus menang straight game 21-19 dan 21-14, dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang membawa pulang gelar juara dari turnamen bulutangkis tertua di muka bumi tersebut.

Kemenangan itu sekaligus membuat imbang skor pertemuan kedua pasangan menjadi 1-1.

Terkait pertemuan di perempat final, hari ini, Kevin/Marcus mengaku tidak punya program khusus. Mereka akan tampil mengalir, mengeluarkan yang terbaik di dalam lapangan.

"Tidak ada persiapan khusus bertemu Li/Liu, bagaimana nanti keadaan di lapangan saja," ujar Kevin.

Kevin/Marcus lolos ke perempat final usai menyingkirkan wakil Cina lainnya, Liu Cheng/Zhang Nan, dua game langsung, 23-21, 21-16.

Duel kedua ganda putra ini sangat menarik. Liu/Zhang kadang tampak kebingungan dengan permainan Marcus/Kevin. Pasangan unggulan keempat asal Indonesia ini memang terkenal dengan pukulan-pukulan yang aneh dan kerap mengecoh lawan.

"Saya merasa pukulan saya biasa saja, tidak ada yang aneh. Saya bermain dengan style saya, memang saya suka main-mainin pukulan. Saya menikmati saja dan melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan," kata Kevin ketika ditanya soal pukulannya yang kerap membingungkan lawan.

"Saya bermain terlalu hati-hati di game pertama, padahal lawan cuma main safe dan menurunkan bola saja. Tetapi pada pertengahan pertandingan sudah mulai dapat feel-nya," beber Kevin soal permainan.

"Liu/Zhang adalah pasangan yang bagus, defense mereka rapat dan tenaganya kuat. Namun kadang pukulannya terlalu kencang ke belakang, jadi kami sering memanfaatkan hal ini," Marcus menambahkan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com