Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra Kota Bogor, Jawa Barat mendeklarasikan Koalisi Merah Putih untuk pemenangan Pilkada 2018. Koalisi ini pernah dipakai untuk pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Deklarasi itu berlangsung Minggu (7/5/2017) di Restoran Gurih 7, Bogor, Jawa Barat. Deklarasi dihadiri para pimpinan kedua parpol, dari PKS lengkap mulai dari jenjang DPD, DPW hingga DPP, sedangkan Gerindra dihadiri DPC saja.
"Koalisi ini diinisiasi oleh daerah, meski pusat dan wilayah sudah menyampaikan arahan koalisi dengan Gerindra sangat prospektif, artinya koalisi ini sudah mendapat restu pimpinan pusat, dan wilayah," kata Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto.
Deklarasi KMP tersebut juga bertujuan ingin melanjutkan amanah dari Banten dan DKI Jakarta yang menang Pilkada serentak 2016, agar kesuksesan tersebut bisa pula terjadi di Kota Bogor dan di Jawa Barat.
"Koalisi Merah Putih sampai saat ini belum dibubarkan, dan masih tetap setiap PKS dan Gerindra, bagi yang merindukan, KMP tetap terbuka bagi yang lainnya (perpol)," kata Atang.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra, Sopian menegaskan, deklarasi KMP Kota Bogor dilakukan untuk kepentingan Kota Bogor agar lebih sejahtera dan pembangunan berjalan cepat.
Menurutnya, Gerindra dan PKS Kota Bogor telah membangun komunikasi politik sebelum deklarasi. Hal tersebut sebagai bukti bahwa koalisi yang dibangun pada Pilpres 2014 lalu masih solid dan belum dibubarkan.
"KMP ingin membangun Kota Bogor dengan semangat bisa menjawab permasalahan yang ada. Kota Bogor punya program prioritasnyang harus dijalankan cepat," kata Sopian.
Walau baru beranggotakan dua partai politik, deklarasi KMP juga dihadiri pimpinan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor, Syarifuddin Bima, yang memberikan sinyal untuk mendukung koalisi tersebut.
Baca Juga: Ekonomi Stabil, Gerindra Ragu Ada Rencana Makar Pada Jokowi
Dua butir isi deklarasi KMP Kota Bogor yang disepakati yakni pertama membangun koalisi yang solid menghadapi Pilwakot Bogor 2018 dengan menggerakkan seluruh jajaran pengurus partai dan kader di setiap tingkatan.
Yang kedua, bergerak bersama-sama seluruh lapisan masyarakat untuk membangun Kota Bogor di masa depan.
Atang menambahkan, koalisi PKS dan Gerindra tersebut menjadi tiket bagi kedua partai untuk mengusung calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada 2018 mengingat konfigurasi politik di Kota Bogor tidak ada parpol yang bisa mencalonkan secara mandiri.
"Dengan adanya koalisi ini, KMP sudah punya satu tiket, selanjutnya akan dilakukan pendalaman secara marathon untuk menjaring para calon," kata Atang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?