Suara.com - Jumlah kasus yang dilaporkan kepada aparat kepolisian sepanjang pelaksanaan putaran pertama dan kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, mencapai 372 kasus.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, tidak semua kasus yang dilaporkan itu memenuhi persyaratan dan ditindaklanjuti.
"Sebanyak 148 kasus dari 372 kasus tidak memenuhi sayarat,” terang Tito saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi III di DPR, Senayan, Selasa (23/5/2017).
Sementara 175 kasus lainnya dinyatakan tidak termasuk tindak pidana pemilu, sehingga tak bisa ditindaklanjuti oleh polisi.
Sedangkan 45 kasus sisanya termasuk tindak pidana pemilu dengan jumlah tersangka mencapai 55 orang.
“Dari 45 kasus tersebut, ada 3 kasus masih dalam tahap penyelidikan, 1 kasus sudah dilimpahkan ke JPU, dan 2 kasus masih dilengkapi sesuai dengan petunjuk JPU,” terangnya.
Selanjutnya, kata dia, dua kasus sudah dinyatakan lengkap dalam pemberkasan (P21); kasus sudah sudah diserahkan ke tahap kedua; dan, ada 3 kasus yang sudah SP3 (disetop).
Tito memastikan, polisi bersikap netral dan profesional selama pilkada dan juga ketika menangani perkara pentas politik kontestasi itu.
"Pengamanan Pilkada itu berjalan lancar dan Polri tetap pada posisinya netral dan profesional, baik dalam tataran preventif maupun penegakan hukum," tandasnya.
Baca Juga: Pilkada 2018 Harus Belajar dari Kasus Pilkada Jakarta
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
Terkini
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina
-
Potensi Korupsi Program MBG Ramai Dilaporkan ke KPK, Ini Alasan Belum Ada Penindakan
-
13 Jukir Liar Blok M Terjaring Razia, Begini Nasibnya Kini
-
Seskab Teddy Borong 5 Sapi Kurban dari Irfan Hakim
-
Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare
-
MK Putuskan Hanya BPK yang Bisa Hitung Kerugian Negara, KPK Siapkan Edaran
-
Noel Tak Terima Dituntut 5 Tahun, Eks Penyidik KPK: Pejabat Korup Seharusnya Dihukum Lebih Berat
-
Reformasi dalam Bayang-Bayang Militer, Seskab Teddy Dinilai Jadi Contoh Nyata