Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M Iriawan menunjukkan barang bukti saat rilis hasil operasi cipta kondisi terkait geng motor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/6).
Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mempertanyakan alasan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi meminta kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan dilimpahkan ke Mabes Polri. Menurutnya permintaan ini tidak mungkin dikabulkan karena penyidik Polda Metro Jaya dan penyidik Mabes Polri sudah memiliki tugas masing-masing.
"Saya tanya tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi)-nya bagaimana? Tupoksi penanganan itu bagaimana?" kata Iriawan di Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (13/6/2017).
Iriawan mengatakan anggotanya sudah bekerja keras untuk mengungkap siapa orang yang menyerang penyidik senior KPK itu dengan air keras.
"Saya akan ungkap maksimal, ada nggak? Janganlah itu terus digulir-gulirkan, nggak boleh. Kami maksimal soal itu, kan saksi itu sudah kami periksa soal itu. Berapa yang dicurigai sudah diperiksa," katanya.
Kapolda Metro mengatakan kasus Novel tergolong rumit sehingga tidak mudah diungkap dalam waktu cepat.
"Saya bilang tidak semua tindak pidana cepat dilakukan. Kita sih maunya cepat," kata dia.
"Kami sudah bilang beberapakali tidak semua peristiwa bisa dapat dengan cepat. Jadi kami tidak mungkin ambil pelaku yang tidak ada kaitannya nggak mungkin dong," Kapolda Metro menambahkan.
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mempertanyakan keseriusan penyidik Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus Novel
"Kami monitor terus, nanti ada pertemuan kedua dengan Polda, kita tanya kesanggupannya," kata Agus di Jakarta, Senin (12/6/2017).
Agus meminta apabila tidak ada perkembangan dalam pengungkapan kasus, sebaiknya Mabes Polri yang turun tangan
"Kalau tidak sanggup ya ke Mabes. Kita juga menanyakan apakah penyelidik kita juga apa bisa bergabung," kata dia.
Saat ini Novel dirawat di rumah sakit Singapura. Dia mengalami luka parah di bagian mata akibat air keras.
"Saya tanya tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi)-nya bagaimana? Tupoksi penanganan itu bagaimana?" kata Iriawan di Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (13/6/2017).
Iriawan mengatakan anggotanya sudah bekerja keras untuk mengungkap siapa orang yang menyerang penyidik senior KPK itu dengan air keras.
"Saya akan ungkap maksimal, ada nggak? Janganlah itu terus digulir-gulirkan, nggak boleh. Kami maksimal soal itu, kan saksi itu sudah kami periksa soal itu. Berapa yang dicurigai sudah diperiksa," katanya.
Kapolda Metro mengatakan kasus Novel tergolong rumit sehingga tidak mudah diungkap dalam waktu cepat.
"Saya bilang tidak semua tindak pidana cepat dilakukan. Kita sih maunya cepat," kata dia.
"Kami sudah bilang beberapakali tidak semua peristiwa bisa dapat dengan cepat. Jadi kami tidak mungkin ambil pelaku yang tidak ada kaitannya nggak mungkin dong," Kapolda Metro menambahkan.
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mempertanyakan keseriusan penyidik Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus Novel
"Kami monitor terus, nanti ada pertemuan kedua dengan Polda, kita tanya kesanggupannya," kata Agus di Jakarta, Senin (12/6/2017).
Agus meminta apabila tidak ada perkembangan dalam pengungkapan kasus, sebaiknya Mabes Polri yang turun tangan
"Kalau tidak sanggup ya ke Mabes. Kita juga menanyakan apakah penyelidik kita juga apa bisa bergabung," kata dia.
Saat ini Novel dirawat di rumah sakit Singapura. Dia mengalami luka parah di bagian mata akibat air keras.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?
-
Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
-
Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno