Suara.com - Sebuah kelompok hacker (peretas) telah menyerang situs-situs pemerintah Venezuela. Aksi ini merupakan sebuah operasi menargetkan "kediktatoran" Presiden Nicolás Maduro.
Memanggil dirinya sendiri "The Binary Guardians", kelompok tersebut memposting pesan yang muncul untuk mendukung tindakan sekelompok orang bersenjata, yang menyerang sebuah pangkalan militer di kota pusat Valencia pada hari Minggu (6/8/2017) waktu setempat.
Pendukung Presiden Maduro berbaris di ibukota Caracas. Mereka menyerukan diakhirinya demonstrasi dan kerusuhan oposisi selama berbulan-bulan. Lebih dari 100 orang tewas dalam demonstrasi menentang ekonomi yang gagal dan apa yang oposisi anggap sebagai usaha ilegal pemerintah untuk berpegang teguh pada kekuasaan.
Situs yang diretas termasuk milik pemerintah Venezuela, Dewan Pemilihan Nasional dan angkatan laut Venezuela. Sebuah pesan di situs pemerintah utama merujuk pada "Operasi David", yang dilaporkan oleh media Venezuela adalah nama kode serangan di Valencia.
"Hari-hari kediktatoran ini akan mulai terhitung," tambahnya.
Pemerintah mengatakan, telah menolak serangan di Valencia, yang dilakukan oleh sekelompok warga sipil bersenjata yang dipimpin oleh seorang deserter militer.
"Sebuah pencarian sedang dilakukan untuk 10 orang yang lolos dengan senjata setelah serangan tersebut. Serangan di kota barat laut Valencia dilakukan oleh 20 orang," kata Maduro.
Dua terbunuh, satu terluka dan tujuh lainnya ditangkap.
Sebelumnya, sebuah video yang diposkan di media sosial menunjukkan bahwa orang-orang berseragam mengatakan bahwa mereka bangkit melawan "tirani pembunuh".
Baca Juga: Duh, Presiden Venezuela Gunakan Lagu Despacito untuk Propaganda
Di televisi pemerintah, Maduro mengucapkan selamat kepada tentara atas "reaksi langsungnya" dalam menjatuhkan serangan tersebut pada dini hari Minggu, dengan mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan "kekagumannya". Dia menyebut insiden tersebut sebagai "serangan teroris" yang dilakukan oleh "tentara bayaran", dan mengatakan bahwa pasukan keamanan secara aktif mencari mereka yang telah melarikan diri.
Pemerintah mengatakan bahwa mereka yang ditangkap termasuk letnan pertama yang telah ditinggalkan. Dikatakan bahwa yang lainnya adalah warga sipil yang mengenakan seragam.
Maduro mengatakan bahwa kelompok tersebut telah didukung oleh para pemimpin anti-pemerintah yang berbasis di AS dan Kolombia.
Demonstrasi kekerasan dimulai pada bulan April dan telah menyebar ke seluruh negeri. Insiden di Valencia terjadi sehari setelah sidang pertama Majelis Konstituante yang baru diresmikan, yang dilihat oleh pihak oposisi sebagai jalan bagi presiden sayap kiri untuk memegang kekuasaan. [BBC]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan