Suara.com - Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengakui belum mampu menjalankan seluruh program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2012-2017. RPJMD itu sebelumnya disusun Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kalau RPJMD yang sudah bisa terlaksana memang belum sempurna, masih belum bisa 100 persen," ujar Djarot di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).
Djarot dilantik sebagai gubernur Jakarta 15 Juni 2017 menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tersandung masalah hukum penodaan agama. Masa kerja dia hanya empat bulan.
Meski begitu, Djarot tetap bakal berusaha menyelesaikan sebagian janji kampanye Jokowi-Ahok saat masa kampanye di Pilkada Jakarta tahun 2012 lalu.
Salah satu target yang sulit dicapai Djarot tahun ini adalah membangun 10.000 unit rumah susun sederhana sewa.
"Salah satunya penyediaan rusun itu belum tercapai. Dari target kami 10.000 baru terealisasi 6.000 berapa unit gitu," ungkapnya.
Tidak hanya rusunawa, Djarot mengatakan target awal pembangunan fisik Mass Rapid Transit fase I rute Lebak Bulus-Bundaran HI rampung tahun ini tak tercapai. "Kami terkendala pengadaan lahan di Fatmawati," imbuhnya.
Selanjutnya, program normalisasi sungai juga menjadi kendala. Menurut Djarot pekerjaan yang belum bisa dikerjakan pemetintah Jakarta secara tuntas itu karena persoalan sengketa lahan di Bidaracina, Jakarta Timur.
Baca Juga: Ditangkap, Politikus Golkar Indra Piliang Belum Jadi Tersangka
"Karena persoalan masalah pengadaan lahan," kata politikus PDIP tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan