Suara.com - Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III baru resmi membuka acara lelang terhadap 22 item barang rampasan dari Koruptor pada pukul 13.30 WIB. Namun, hingga saat ini terdapat 900 peserta lelang yang siap memperebutkan 22 item barang tersebut.
"Terakhir kami melihat lelang barang-barang dari KPK itu, sudah tercatat 900 peserta yang mendaftar. Nanti akan ada lelang barang-barang rampasan tersebut," kata Ketua Persatuan Balai Lelang Indonesia Ali Vitali di gedung JCC, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Jumat (22/9/2017).
Menurut Ali, dengan kahadiran KPK dalam Lelang Expo Tahun 2017, situasinya semakin semarak. Sebab, meskipun sering melakukan lelang, tapi baru kali ini KPK ikut dalam lelang Expo.
"Iya, pasti akan lebih semarak acara lelang Expo ini. Tapi sebenarnya, KPK sudah sering ya (lakukan lelang), jadi kebetulan ini lelang Expo, pihak KPKNL, dalam halini kantor lelang negara bisa ambil bagian dalam kegiatan disini pada saat bersamaan dengan lelang Expo," kata Ali.
Lebih lanjut dia mengatakan, tujuan dilakukannya lelang Expo Tahun 2017 ini untuk memberi pendidikan bagi masyarakat.
"Untuk kegiatan lelang Expo 2017 ini tujuan kami, target kami adalah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang jual beli melalui lelang sebagai satu instrumen jual beli yang cepat, efisien, dan tepat dan pasti. Oleh karena itu, melalui ajang lelang Expo 2017 ini, kami berharap masyarakat bisa berbondong-bondong bisa ke tempat ini melakukan atau melihat bagaiamana cara melelang yang baik," kata Ali.
Sementara mengenai adanya barang rampasan dan gratifikasi dari KPK yang surat-suratnya kurang lengkap, Ali mengatakan bahwa peserta lelang yang dinyatakan menang akan mendapatkan risalah.
"Nanti setiap peserta yang dinyatakan sebagai pemenang dalam lelang nanti akan diterbitkan satu risalah lelang. Risalah ini akan memberikan seperti akta otentik untuk boleh balik nama di Polda nanti," katanya.
"Kalau untuk kendaraan yang dilelang sukarela oleh swasta itu lengkap, untuk yang gratifikasi mungkin sebagian surat tidak ada, STNK, BPKB, mungkin ada yang tunda bayar pajak, setiap pembeli mesti memperhatikan hal-hal itu, baik itu dalam dokumen, STNK, pajak itu kadang-kadang ada tertunda. Perlu verifikasi yang betul termasuk mesin, interior, eksterior, semua harus di periksa oleh pembeli," tutup Ali.
Baca Juga: Pengunjung Lelang Sitaan KPK Mulai Ramai
Diketahui, 22 item barang rampasan KPK yang akan dilelang KPKNL pada hari ini adalah 19 unit mobil, sejumlah handphone, dan perhiasan. Barang-barang tersebut merupakan hasil rampasan dari terpidana Djoko Susilo, Fuad Amin, Ahmad Fathonah, Heru Sulaksono.
Adapun mobil-mobil milik Djoko Susilo adalah Toyota Rush, Nissan Serena, Jeep Wrangler, Toyota Harrier, dan Toyota Avanza. Terhadap lima mobil tersebut, KPK melelangnya dengan harga yang berbeda-beda. Seperti mobil Jeep Wrangler 4.OL AT yang dilelang dengan harga dasar Rp191,675 juta dan uang jaminan sebesar Rp45 juta.
Sementara mobil Nissan Serena HGW STAR AT Tahun 2009 dilelang dengan harga dasar Rp70,023 juta dan uang jaminan Rp17 juta. Mobil Toyota Rush 1.5 S AT Tahun 2011 dilelang dengan harga dasar Rp80,85 juta dan harga dasar Rp20 juta.
Dua mobil lainnya Toyota Harrier 2.4 AT Tahun 2008 dilelang dengan harga dasar Rp114, 475 juta dan uang jaminan sebesar Rp25 juta, dan Toyota Avanza 1500 S, Tahun 2008 dilelang dengan harga dasar Rp54,296 juta dan uang jaminan Rp15 juta.
Sementara dari Fuad Amin adalah Toyota Alphard dengan harga dasar Rp153,788 juta, Honda CRV dengan harga dasar Rp66,973 juta, Motor Kawasaki dengan harga dasar Rp11,811 juta, dan Suzuki Swift dengan harga dasar Rp56,691 juta.
Dari Ahmad Fathanah diantaranya cincin emas putih dengan mata 83 berlian dengan harga dasar Rp 22,889 juta, cincin emas dengan mata 114 berlian dengan harga dasar Rp35,478 juta, gelang emas dengan 130 mata berlian dengan harga dasar Rp31,035 juta, dan gelang emas putih dengan 33 mata berlian dengan harga dasar Rp21,124 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya
-
4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama
-
Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi
-
KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji
-
Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh
-
Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses
-
Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak
-
Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel
-
Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih
-
Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah