Suara.com - Seorang oknum Kepala Desa Curug Wetan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditangkap polisi setelah melakukan penggelapan atau korupsi dana desa pada tahun 2015.
"Tersangka berinisial UC menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi, dari pengakuannya untuk investasi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon, AKP Reza Arifian di Cirebon, seperti diwartakan Antara, Rabu.
Reza mengatakan, tersangka melakukan korupsi saat masih menjabat sebagai Kepala Desa pada tahun 2015 dan dana desa yang dikorupsi juga tahun anggaran 2015.
Akibat penggelapan atau korupsi yang dilakukan tersangka, negara dirugikan Rp129.140.000, dimana uang tersebut kata Reza digunakan tersangka untuk berinvestasi, namun gagal.
Reza menjelaskan tersangka melakukan pencairan dana desa sebanyak dua kali, pertama dicairkan pada tanggal 3 Agustus 2015 sebasar Rp117.500.000, kemudian pencairan tahap dua pada tanggal 9 Oktober 2015 dengan jumlah yang sama yaitu Rp117.500.000.
Namun, lanjut Reza, dana yang digunakan pos anggaran sesuai dengan yang tertuang dalam APBDes 2015 hanya sebesar Rp105.860.000 dan sisanya digunakan tersangka.
"Ini tersangka tunggal, karena yang mencairkan dana desa hanya UC dan tidak ada keterlibatan orang lain," kata Reza.
Sementara itu Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra berharap tidak ada lagi PNS atau pejabat di Kabupaten Cirebon yang terkena kasus korupsi dan dia berpesan jangan berani untuk memainkan anggaran.
"Pada kesempatan ini saya menyampaikan mudah-mudahan ini jadi kejadian yang terakhir dan pejabat baik di Desa maupun Pemda tidak bermain-main dengan anggaran," tandas Risto.
Baca Juga: Kades Kumpul di KPK, Laode: Presiden, Menteri, KPK Tak Penting
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pemicu Tersembunyi Kekerasan Digital di Kalangan Siswa, Salah Satunya Takut Dibilang Nggak Asyik
-
La Ode Ahmad: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Desa, Bukan Cuma Proyek Fisik
-
Kawal Visi Transparansi, Jaga Desa Beri Penghargaan bagi Pelopor Desa Bebas Korupsi
-
Prabowo Subianto dan Luhut Binsar Pandjaitan Bahas Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama
-
KRL Mati Listrik di Lintas KebayoranSudimara, KAI Commuter Sebut Gangguan Gardu PLN
-
Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik
-
Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
-
UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan
-
Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri