Suara.com - Presiden Joko Widodo kembali memanggil Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/9/2017). Jokowi sebelumnya telah bertemu Gatot Nurmantyo di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Selasa malam.
Tak seperti biasa, kali ini Gatot datang ke Istana menghadap Jokowi masuk lewat pintu samping, yakni pintu Wisma Negara. Biasanya Gatot dan para Menteri ke Istana masuk lewat pintu Istana Negara.
Sampai berita ini diturunkan, Gatot belum mengkonfirmasi terkait kedatangannya ke Istana Kepresidenan. Selain Gatot, juga tampak Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menghadap Jokowi.
Mobil dinas Gatot dan Wiranto RI 16 tampak parkir di area parkir samping wisma negara, persisnya di area Kementerian Sekretariat Negara.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan telah bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Selasa (26/9/2017) malam di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kepada Presiden, Gatot menjelaskan mengenai pernyataannya yang berpolemik beberapa waktu lalu tentang ada lembaga negara membeli 5.000 unit senjata mencatut nama Presiden.
"Ya tadi malam, setelah saya dari Bali sudah bertemu saya di Halim. Sudah dijelaskan (pernyataan Panglima TNI yang kontroversi soal pembelian 5.000 senjata)," kata Jokowi usai peresmian pembukaan pameran kriyanusa Dewan Kerajinan Nasional di JCC, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).
Jokowi menuturkan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto telah memberikan klarifikasi mengenai kontroversi penyataan Panglima TNI mengenai pembelian senjata sebanyak 5.000 pucuk tersebut. Sebelumnya, Minggu (24/9/2017) lalu, Menko Polhukam Wiranto menjelaskan bahwa pembelian lembaga yang pengadaan senjata itu adalah BIN, namun jumlahnya bukan 5.000 pucuk seperti yang dilontarkan Panglima TNI, tapi hanya 500 pucuk.
"Saya kira penjelasan dari Menko Polhukam sudah jelas, saya kira tidak usah saya ulang lagi," ujar dia.
Saat ditanya apa penjelasan Gatot kepadanya mengenai pernyataan kontroversi pembelian 5.000 senjata itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak mau membeberkan.
Baca Juga: Panglima TNI Akui Info Lima Ribu Senjata Bukan dari Intelijen
"Ya tidak bisa semua saya sampaikan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM