Suara.com - Polisi reka ulang kasus penganiayaan yang mengakibatkan Abi Qowi Suparto (20) meninggal dunia di kios Rumah Tua Vape, Jalan Penjernihan I, nomor 29, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).
"Ada 19 adegan di sini," kata Kepala Unit 4 Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Heru Cahyono.
Empat tersangka yang dihadirkan dalam rekonstruksi yakni Fachmi Rajasa Sri Herlambang, Armyando Azmir, Aditya Putra Wiyanto, dan Aditya Putra Wiyanto.
Mereka memperagakan pengeroyokan terhadap Abi yang sebelumnya dituduh mencuri vape seharga Rp1,6 juta.
Sebelum melakukan penganiayaan, tersangka menginterogasi Abi di dalam kios.
"Korban didudukin aja di kursi. Dipukul ramai-ramai," kaa Heru.
Penganiayaan dengan benda tumpul ke dada dan kepala yang menjadi penyebab Abi meninggal dunia. Abi mengalami pendarahan di bagian kepala.
"Kesimpulannya, pemukulan benda tumpul beberapa kali," kata Heru. "Kepalanya pecah."
Rekonstruksi yang dimulai sejak pukul 11.30 WIB baru selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu, empat tersangka dibawa ke rumah tahanan Polda Metro Jaya dengan menggunakan dua mobil.
Aksi penganiayaan terhadap Abi terjadi setelah dia disangka membawa kabur vape di Rumah Tua Vape yang berada di Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan.
Pemilik tokoh kemudian menyebarkan jati diri Abi melalui akun Instagram, Minggu (27/8/2017).
Selain itu, Fachmi menggelar sayembara berhadiah Rp5 juta kepada siapa pun yang bisa memberikan informasi tentang keberadaan Abi.
Sayembara berbuah hasil, sehingga Abi kemudian ditangkap di warung Tegal di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, keesokan harinya.
Setelah itu, Abi digiring para pelaku ke toko Rumah Tua Vape lainnya yang berada di Jalan Penjernihan, Jakarta Pusat. Sesampainya di toko, Abi dikeroyok tujuh orang hingga kritis.
Setelah menangkap empat tersangka, polisi juga masih mengejar dua pelaku yang kini masih buron.
Berita Terkait
-
Kasus ART Tewas di Bogor Berbuntut Panjang, Kuasa Hukum Desak Polisi Periksa Peran Majikan
-
Bukan Orang Jauh, Dalang Pembunuhan Sadis Bocah SD di Sragen Diduga Ayah Tiri
-
Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!