Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Jakarta Yulianto bertemu Wakil Gubernur Sandiaga Uno. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengatakan hasil survei kebutuhan hidup layak untuk tolak ukur kenaikan upah minimum provinsi Jakarta tahun 2018 dibawah ekspektasi Dewan Pengupahan.
"Pertama UMP, hasil survei KHL-nya sudah keluar dan suatu hal yang mengejutkan kita semua, karena hasil survei KHL dibawah espektasi kita," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/10/2017).
"Pertama UMP, hasil survei KHL-nya sudah keluar dan suatu hal yang mengejutkan kita semua, karena hasil survei KHL dibawah espektasi kita," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/10/2017).
KHL tahun 2018 hasil survei Dewan Pengupahan Jakarta sebanyak Rp3.149.631, sementara UMP Jakarta tahun 2018 seharusnya naik menjadi Rp3.648.035 (naik 8,71 persen dari upah tahun 2017 senilai Rp3.355.750). Tuntutan pekerja, KHL senilai Rp3.603.531 dan UMP Rp3.917.398.
Sandiaga mengatakan angka KHL 2018 hasil survei tidak sesuai harapan lantaran angka lebih rendah dari angka KHL tahun 2017.
Menurut Sandiaga rendahnya angka KHL tahun 2018 menunjukkan penurunan daya beli masyarakat.
"Ini menunjukkan adanya penurunan daya beli yang luar biasa di masyarakat. Yang menurut kami refleksi ekonomi, berada dalam status yang mungkin soft agak melemah, karena belum pernah terjadi dalam sejarah, ekspektasi di atas, hasil surveinya di bawah," kata dia.
Pemerintah Provinsi Jakarta, kata Sandiaga, akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan sebelum menetapkan UMP.
Sandiaga mengatakan UMP akan diumumkan dalam rapat final dengan Dewan Pengupahan pada Selasa (1/11/2017).
"Kami terus berkomunikasi tentunya dengan stakeholder dan dalam beberapa jam ke depan sesuai regulasi, kami akan mengumumkan UMP dan Dewan pengupahan akan melakukan rapat final besok dengan menggunakan data-data terakhir. Kita buka semua prosesnya secara transparan," kata Sandiaga.
"Dan mudahan-mudahan bisa mengambil nilai UMP yang bisa meningkatkan kesejahteraan kaum pekerja, status yang melemah yang sangat soft, ditujukan dengan daya beli sangat soft, yang cukup mengejutkan. Kita perlu memastikan penentuan UMP bisa kondusif terdapat pengusaha, jangan sampai ada penutupan usaha. Itu yang bisa saya update," Sandiaga menambahkan.
Menurut Sandiaga rendahnya angka KHL tahun 2018 menunjukkan penurunan daya beli masyarakat.
"Ini menunjukkan adanya penurunan daya beli yang luar biasa di masyarakat. Yang menurut kami refleksi ekonomi, berada dalam status yang mungkin soft agak melemah, karena belum pernah terjadi dalam sejarah, ekspektasi di atas, hasil surveinya di bawah," kata dia.
Pemerintah Provinsi Jakarta, kata Sandiaga, akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan sebelum menetapkan UMP.
Sandiaga mengatakan UMP akan diumumkan dalam rapat final dengan Dewan Pengupahan pada Selasa (1/11/2017).
"Kami terus berkomunikasi tentunya dengan stakeholder dan dalam beberapa jam ke depan sesuai regulasi, kami akan mengumumkan UMP dan Dewan pengupahan akan melakukan rapat final besok dengan menggunakan data-data terakhir. Kita buka semua prosesnya secara transparan," kata Sandiaga.
"Dan mudahan-mudahan bisa mengambil nilai UMP yang bisa meningkatkan kesejahteraan kaum pekerja, status yang melemah yang sangat soft, ditujukan dengan daya beli sangat soft, yang cukup mengejutkan. Kita perlu memastikan penentuan UMP bisa kondusif terdapat pengusaha, jangan sampai ada penutupan usaha. Itu yang bisa saya update," Sandiaga menambahkan.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Ribuan Buruh Mau Geruduk Istana Hari Ini, Bawa Tiga Tuntutan Mendesak
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup
-
Buruh Tuntut UMP DKI Rp5,89 Juta, Said Iqbal: Ngopi di Hotel Saja Rp50 Ribu!
-
Ribuan Buruh Geruduk Istana, Tuntut Revisi UMP DKI dan UMSK Jawa Barat
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia