Suara.com - Menanti sesuatu adalah waktu paling membosankan dan menjengkelkan bagi banyak orang, namun itu tak berlaku bagi warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka tak pernah bosan menanti realisasi janji-janji muluk pemerintah untuk diberikan hak untuk tinggal dan hidup layak.
Berkali-kali diiming-imingi kehidupan layak, berkali-kali pula janji itu kandas di tengah jalan. Berharap dan berharap lagi, entah akan sampai kapan.
Pada sebuah gubuk terbuat dari triplek, seorang ibu bernama Darmadiani mencurahkan perasaan kesalnya pada penguasa. Janji yang tak kunjung ditepati menjadi saksi saat rumah-rumah mereka diratakan dengan tanah, demi pembangunan yang berpihak pada pemilik dana.
"Tak ada yang bisa menjamin hidup kami di sini. Kami berusaha, semua kesempatan kami ambil. Misalnya awal-awal itu kami masih demo Ke Balai Kota, Komnas HAM, Melapor Bareskrim segala upaya sudah kami lakukan," kata Darma kepada Suara. com, di Kampung Akuarium, Selasa (31/19/2017).
Joko Widodo yang kekinian menjadi Presiden RI, kata Darma, pernah mendatangi mereka dalam masa kampanye untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2012.
Kala itu, Jokowi dan warga setempat menyepakati kontrak politik yang salah satunya berisi janji untuk menjaga agar kampung itu tak digusur. Tapi, Darma sadar, kontrak politik yang hanya berkekuatan kertas dan materai tak bisa dijadikan pegangan.
Kampung para nelayan itu ternyata tak bisa dihindarkan dari alat berat, saat Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), persisnya setelah Jokowi menjadi presiden. Reklamasi teluk Jakarta mengharuskan mereka kehilangan rumah yang berpuluh-puluh tahun mereka tinggali.
"Sebenarnya, kontrak politik juga bagi kami tidak ada kekuatan hukumnya. Karena ternyata kan sampai hari ini, Jokowi tak juga bertanggung jawab atau tidak bisa dituntut. Tapi kan ya namanya orang hidup, kami harus berharap, berusaha dan berjuang," tutur Darma.
Baca Juga: Ritual Pesugihan di Singaparna, Polisi Sita Sajadah dan Kafan
Setelah sempat kehilangan harapan, warga Kampung Akuarium lagi-lagi diberi harapan oleh pemimpin baru DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Lagi-lagi, kontrak politik menjadi satu-satunya senjata untuk mengikat sang penguasa yang butuh suara saat pemilu tiba.
"Di antara pasangan calon kemarin itu, kebetulan ada Pak Anies-Sandi yang sejalan dengan keinginan kami. Mereka berjanji membangun kembali kampung kami. Karena tuntan kami bukan meminta ganti rugi, tapi kami kampung ini dibangun kembali. Bagi kami kampung ini segalanya, tidak bisa dihargai dengan apapun. Mudah mudahan pak Anies-Sandi menetapi janjinya," ujar Darma.
Darma menginsyafi, kontrak politik bukan senjata yang ampuh untuk menagih janji Anies-Sandi. Namun dia yakin, pemimpin yang katanya tidak akan menggusur itu akan merealisasikan semua janji politik termasuk akan membangun kembali perkampungan nelayan.
Jika Anies-Sandi tidak mau menepati janji, maka Darma dan warga kampung Akuarium lain akan mengingatkan mereka, seperti yang lakukan terhadap Jokowi dan Ahok.
"Namanya pemimpin sudah ingkar dari janji-janjinya, tugas warga yang mengingatkan, mengawal dan akan memprotes. Namanya orang salah ya akan kita peringati, sekali dua kali kalau nggak ya kita akan aksi lagi. Kita akan tetap tagih dia, bakal tetap mengingatkan," ucap Darma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme
-
AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan