Suara.com - Penghasilan sopir angkot lima trayek yang beroperasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak mengalami peningkatan meski Pemprov DKI menghentikan sementara operasional TransJakarta Explorer.
TransJakarta Explorer merupakan moda transportasi massal yang dioperasionalkan sejak 22 Desember 2017, setelah Gubernur DKI Anies Baswedan menutup Jalan Jatibaru guna dipakai oleh pedagang kaki lima. Namun, sejak sopir angkot trayek Tanah Abang mogok massal pada Selasa (30/1), operasional bus tersebut dihentikan sementara.
“Apanya yang berubah? Tidak ada. Sama saja Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per hari. Malah terkadang lebih rendah dari itu,” keluhnya Rois, sopir angkot Tanah Abang-Kebayoran Lama kepada Suara.com saat dijumpai di Blok G, Tanah Abang, Kamis (1/2/2018).
Ia mengungkapkan, ia wajib membayar uang setoran ke koprasi sebesar Rp160 ribu per setengah hari. Itu belum termasuk bahan bakar.
Jika ditotal pengeluaranya dalam satu hari bisa sampai Rp320 ribu bahkan Rp380 ribu. Artinya, jumlah pengeluaran masih lebih tinggi dari total pendapatannya.
“Ya jika dihitung pendapatan kotor dalam sehari itu Rp400 ribu. Seramai-ramainya ya Rp450 ribu lah. Tidak pernah lebih dari itu,” ujarnya.
Ia lantas membandingkan penghasilannya kekinian dengan pendapatannya sebelum ada penataan Tanah Abang oleh pemprov.
Dulu, kata Rois, ia bisa mendapat Rp500 ribu sampai Rp550 ribu per hari.
Baca Juga: Kebakaran di Cengkareng, 4 Orang Tewas
Hal senada diungkapkan Heru (43), sopir M10 ini mengaku tak ada peningkatan setelah empat hari TransJakarta Explorer Tanah Abang disetop sementara.
“Ahh sama saja. Kalau Trayek M10 sih tidak ada pengaruh apa-apa. Gak tau kalau trayek M09 itu. Kami ini menuntut solusinya adalah Jalan Jatibaru dibuka kembali,” katanya.
Ia mengakui saat ini keadaan perekonomiannya sulit. Ia khawatir tidak mampu membiayai keluarga. Terutama anaknya yang masih bersekolah.
“Saya sudah tidak punya keahlian lain selain menjadi sopir angkot,” ujar dia.
Selama 10 tahun Heru telah mengais nafkah menjadi sopir angkot, dan sedang menyekolahkan kedua anaknya.
“Anak saya dua, satu SMP satu lagi masih SD. Saya bekerja banting tulang seperti ini semata untuk keluarga. Dan sekolah anak tentunya. Jangan sampai kami ditindas lagi. Kami ini sudah susah,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Soal Rekomendasi Penataan PKL Jatibaru, Polda Optimis Disetujui
-
Angkot Tanah Abang Diizinkan Lagi "Ngetem" Depan Stasiun
-
Sandiaga Akui Kebijakan PKL di Tanah Abang Rugikan Sopir Angkot
-
Protes Sopir Angkot, Operasi Transjakarta Eksplorer Dihapus
-
Media Dilarang Meliput Rapat Sandiaga dengan Sopir Angkot
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan