Suara.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah meminta pimpinan KPK untuk mengirim penyidik handal terkait penyelidikan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. Penyidik itu akan diperbantukan di Polda Metro Jaya.
Alasan permintaan bantuan itu dilakukan, karena polisi kesulitan untuk mengungkap pelaku misterius yang melakukan kekerasan kepada Novel hingga mata kirinya mengalami kerusakan.
"Kami sudah beberapa kali ekspose di depan pimpinan KPK. Dan kami juga sudah meminta, membuat surat kepada pimpinan KPK agar penyidiknya untuk bergabung dengan Polda Metro Jaya. Sudah kami lakukan. Surat sudah dikirim," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Jumat (23/2/2018).
Namun, Argo tak secara rinci membeberkan jumlah penyidik KPK yang diminta ikut dilibatkan dalam kasus penyiraman Novel. Dia hanya menyampaikan, penyidik KPK yang membantu memiliki keahlian yang mumpuni untuk mengungkap kasus.
"KPK sudah memberikan penyidiknya yang handal, yang ahli penyidikan dan ahli untuk membaca situasi dan sebagainya sudah ada. Sudah kami lakukan pertemuan. Kami sudah memaparkan, sudah menyampaikan. Timeline sudah jelas," kata dia.
Perihal bantuan itu, penyidik KPK diminta untuk mengabarkan apabila menemukan fakta lain dalam kasus penyiraman air keras Novel.
"Tentu nanti dari penyidik KPK kalau ada informasi yang berkaitan yang belum kami lakukan, tidak masalah. Kami tindaklanjuti," kata dia.
Argo juga membeberkan hasil selama polisi melakukan penyelidikan dalam kasus penyiraman air keras tersebut. Menurutnya, sejauh ini polisi telah memeriksa sebanyak 66 saksi.
Selain itu, rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diyakini merekam dua terduga pelaku juga sudah diperiksa. Namun, dari penyelidikan itu, polisi belum mendapatkan hasil yang signifikan.
Baca Juga: Pascakembali ke KPK, Polisi Patroli di Rumah Novel Baswedan
"Saksi sudah diperiksa sekitar 66 sudah diperiksa. Juga kami sudah memeirksa CCTV itu karena pada kejadian pagi itu, pada saat korban dari masjid, ada CCTV yang menggambarkan ada dua orang berboncengan. Itu sudah kami lakukan pendalaman berkaitan dengan CCTV itu sendiri karena CCTV tidak jelas," kata dia.
Argo juga menyampaikan, beberapa orang yang sempat ditangkap dalam kasus itu juga tak bisa dijadikan tersangka karena dari alibi yang disampaikan tak ditemukan adanya kejanggalan.
"Kami juga sudah ada beberapa yang menyatakan bahwa diduga pelakunya sudah kami amankan. Alibinya di mana. Ada beberapa orang seperti AL. Alibinya ada di Malang. Alibinya ada di Bekasi. Semuanya kita lakukan. Kita cek. Dan kita lakukan pemeriksaan. Sehingga kita mengetahui sejauh mana," kata Argo.
Polisi juga sudah menyebar empat sketsa wajah terduga pelaku. Dari penyebaran sketsa itu, polisi juga membuka hotline agar masyarakat bisa memberikan informasi kepada polisi soal keberadaan terduga pelaku sebagaimana sketsa wajah yang disebar.
Namun, sejauh ini langkah polisi membuka hotline itu juga belum membuahkan hasil.
"Kami juga membuat hotline juga sudah ada sekitar 900-an untuk telepon dan 500 untuk SMS. Mungkin juga ada yang menyampaikan dari hotline itu dan ada juga dari sketsa wajah sudah kami sebarkan ya wilayah dan ada menyampaikan informasi bahwa pernah melihat orang itu. Dan kami juga cek lagi yang bersangkutan lalu alamatnya tidak sama kan gitu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan
-
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang
-
Istana Negara Dibuka untuk Umum, Warga Mulai Berbondong-bondong Hadiri Open House Lebaran
-
Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
-
Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra
-
Lebaran di KPK, Sudewo Beri Pesan Idulfitri Kepada Warga Pati
-
Lebaran di Aceh Tamiang, Prabowo: Pemulihan Pascabencana Hampir 100 Persen
-
Kasatgas PRR Dampingi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Masyarakat di Aceh Tamiang
-
Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga