Suara.com - Ombudsman Republik Indonesia membuka ruang dialog bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas tindakan korektif mereka terhadap kebijakan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Walaupun tindak korektif terhadap penataan Tanah Abang merupakan hasil pemeriksaan Obudsman Jakarta Raya, Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai mengatakan, Ombudsman RI tak keberatan jika ada upaya dialog yang dilakukan Pemprov DKI.
Sebab ia menilai, saran atau tindak koreksi yang dilakukan Ombudsman merupakan hal wajar dan bukan ingin memperkeruh suasana antar lembaga.
Menurutnya, Ombudsman bukanlah lembaga pengadil yang berfungsi memberi hukuman, apalagi bertujuan mempermalukan lembaga lain.
"Itu bisa kita bicarakan, dalam arti kata, Ombudsman kan tidak memberikan saran yang tidak masuk akal (kepada Pemprov DKI). Ombudsman itu lembaga yg melakukan tindakan korektif," ungkap Rifai di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta pada Rabu (4/4/2018).
Tindakan korektif terhadap penataan Tanah Abang, menurutnya, salah satu upaya dan fungsi Ombudsman untuk memperbaiki pelayanan publik.
Oleh karenanya, Ia meminta publik agar tidak menyangkutpautkan tindakan Ombudsman sebagai sebuah manuver politik. Sebagai lembaga negara, sangat besar pertaruhannya jika Ombudsman dituduh mencampuri urusan politik.
"Kami bekerja secara profesional, percuma negara ini memilih kami dengan susah payah dengan seleksi yang sangat ketat, kemudian kami diamanatkan untuk mengabdi pada lembaga ini. Menurut kami sangat besar pertaruhannya kalau kemudian kami dituduh macam-macam," lanjutnya.
Untuk diketahui, Ombudsman RI menilai Gubernur DKI Anies Baswedan tidak kompeten dalam melakukan penataan pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang.
Baca Juga: Miras Oplosan Renggut Nyawa, Kali Ini Pelajar Ikut Jadi Korban
Penyimpangan prosedur penataan juga menjadi bahan temuan Ombudsman karena Anies dinilai tidak mengantongi izin Polda Metro Jaya saat menutup Jalan Jatibaru.
Ombudsman juga menetapkan masa transisi untuk mengatasi maladministrasi yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta saat ini dalam jangka waktu selambat-lambatnya 60 hari dengan melibatkan partisipasi semua pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Berita Terkait
-
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Danantara-Pemprov DKI Jakarta Percepat Pembangunan PSEL
-
Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik
-
Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
Pemprov DKI Salurkan Santunan Untuk Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing