Suara.com - Aktivis Ratna Sarumpaet kembali menjadi bahan pembicaraan warganet di media-media sosial, setelah melontarkan sindiran untuk Gibran Rakabuming Raka, putra pertama Presiden Joko Widodo.
Ratna, Sabtu (21/4) akhir pekan lalu, melalui akun Twitter pribadinya @RatnaSpaet, mengatakan seorang anak presiden, yakni Gibran, bisa membeli Grab Indonesia hanya dengan berjualan pisang goreng.
"Luar biasa. Anak-anak tahu diri Presiden @jokowi bisa beli Grab Indonesia dari dagang Pisang goreng," sindirnya.
"Di rezim ini semua sah. #2019GantiPresiden," tulisnya lagi.
Namun, pernyataan Ratna tersebut justru dinilai lucu oleh warganet. Pasalnya, Gibran membeli Grab Indonesia itu hanya bagian dari lelucon. Warganet menilai Ratna menganggap serius lelucon tersebut.
Apalagi, Ratna menuliskan sindirannya tersebut menggunakan artikel media yang menggunakan judul “klikbait” alias hanya untuk mendapatkan banyak pembaca.
Lelucon itu kali pertama dilontarkan oleh pendiri sekaligus CEO lembaga perencana keuangan QM Finansial, Ligwina Hananto.
Ligwina mengakui mendapat bahan lelucon tentang Gibran adalah pemilik perusahaan aplikasi penyedia jasa transportasi dari seorang sopir taksi.
"Apa hoaks terkonyol yang pernah kamu dengar? Kemarin ada supir taksi dengan semangat bilang, 'Ibu tahu tidak? Grab itu punya anak Jokowi! Grab! Gibran! sama kan!' Ngakak puas banget sampai si pak supir bingung.Selamat ya Dek @Chilli_Pari. Kamu udah jd VC?" tulisnya.
Baca Juga: SBY Usung Capres Baru, Fahri Hamzah Salahkan Kegagalan Jokowi
Informasi mengenai lelucon Ligwina tersebut ditanggapi oleh akun milik Gibran. "Memang punya saya kok," celetuk akun Gibran.
Karena tak mengetahui bahwa Gibran membeli Grab itu sekadar lelucon, warganet kontan membanjiri tulisan Ratna dengan beragam sindiran.
“Lagian yang jualan pisang kan mas @kaesangp, bukan Mas Gibran. Apa jualannya Mas Kaesang juga sudah diakuisisi sama mas gibran? @Chilli_Pari,” tulis akun @Alfar231.
Akun @BadBoldy bahkan mencurigai Ratna terkecoh oleh judul artikel media yang ditujukan untuk klikbait tersebut.
“@RatnaSpaet @jokowi Saya mulai curiga anda baca berita hanya berhenti di judulnya saja,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Fahri Hamzah: Begitu Ada Lawan, Saya Duga Jokowi Tak Dapat Tiket
-
Banyak Proyek, Jokowi Tak Ingin Diganggu Survei Elektabilitas
-
Banyak Pengangguran, SBY Minta Jokowi Ungkap Jumlah Pekerja Asing
-
Presiden Zaman Now Bikin Vlog, Kalau Berkuda Zaman Old
-
Baru Jokowi yang Layak Jadi Capres, Lainnya Masih Copras
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta