Suara.com - Perhelatan akbar Asian Games 2018 sebentar lagi akan dimulai. Antusias masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta dan Palembang, sangat tinggi dalam rangka menyambut pesta olahraga se-Asia untuk yang kedua kalinya di Indonesia.
Sumber daya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan Asian Games 18 pastinya tidaklah sedikit, baik dari sisi materi maupun non-materi. Namun, apa yang dikeluarkan oleh negara untuk Asian Games 18 ini akan sangat bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Salah satunya adalah manfaat yang dirasakan pada sektor UMKM Indonesia.
Rhenald Kasali, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia, mengatakan bahwa dengan kucuran dana yang besar untuk Asian Games 2018, sudah pasti akan memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Terkait dengan UMKM, setiap ada kegiatan yang menarik banyak orang datang baik atlet, masyarakat, atau panitia, pasti akan membuka peluang ekonomi, misalnya oleh-oleh, biasanya banyak dari pengunjung yang ingin membawa cenderamata dari daerah tersebut sebagai kenang-kenangan," kata Rhenald dalam rilis yang diterima Suara.com.
"Bukan hanya cenderamata. Kalau dikelola dengan baik, kawasan ini juga bisa menjadi future market, yaitu destinasi wisata dan MICE. Bahkan investasi dan menjadi bagian dari rantai pasok global," terang Rhenald.
Cenderamata Asian Games 2018 dipercaya akan menjadi primadona bagi para atlet, ofisial, maupun tamu lainnya untuk menjadikannya sebagai barang kenangan. Salah satu UMKM yang ditunjuk oleh Panitia Pelaksana Asian Games 2018 adalah Du'Anyam, sebuah UMKM yang memproduksi berbagai cenderamata Asian Games 2018 seperti kipas, topi, coasters, gelang, dompet kartu, tas lipat, dan bag tag. Menariknya, semua cenderamata tersebut menggunakan anyaman daun lontar sebagai material utama dan dihasilkan oleh keterampilan tangan ibu-ibu di Flores.
"Terlibat dalam acara sebesar Asian Games 2018 juga memberikan dampak positif kepada ibu-ibu penganyam kami di Flores dan di daerah baru yang kami dampingi. Ibu-ibu semakin termotivasi untuk membuat karya anyaman yang terbaik, belajar membuat produk baru yang diinginkan oleh pasar, dan yang terpenting adalah melestarikan kembali kerajinan anyaman yang sudah mulai ditinggalkan," kata Melia Winata, pemilik Du'Anyam.
"Kita harus melihat tren saat ini, kalau orang zaman dulu membawa buah tangan saja sudah senang, tapi kalau sekarang kebutuhannya sudah bermacam-macam, sehingga standar produksi cenderamatanya harus ditingkatkan, seperti regulasi negara yang datang terkait cenderamata pun harus ditinjau, seperti membawa cenderamata kayu, kayu itu kan sensitif. Peraturan negara seperti Jepang itu sangat ketat, Cina dan Korea Utara mungkin sangat ketat," tambah Rhenald Kasali.
"Untuk produk Du'Anyam sendiri, kami sudah memproduksi 4.500 produk dan menargetkan untuk bisa menjual 30.000 produk hingga akhir tahun. Menurut kami, tentunya ada dampak Asian Games baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pertumbuhan UMKM Indonesia," jelas Melia saat dihubungi.
Rhenald Kasali menambahkan bahwa pelaksanaan Asian Games 2018 tentunya akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia, tetapi perhelatan ini hanya akan berlangsung beberapa minggu di daerah tertentu. Untuk itu, harus lebih kreatif agar kontribusinya merata. "Dampak multiplier effect dari Asian Games terhadap masyarakat Indonesia tidak hanya terjadi dalam sekejap, multiplier effect terjadi di beberapa sektor, mau pilih yang mana, promosinya, pemberitaan, penginapan tempat wisata yang baik, dan LRT. Saran saya, agar lebih mendorong perekenomoian Indonesia, libatkan anak muda," kata Rhenald.
Baca Juga: Ini Rahasia Cita Citata Lancar Jalani Ibadah Puasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
-
38 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah, Rano Karno: Jalur Transit Berhenti Total
-
Jalur Minyak Dunia Terancam! Begini Upaya RI Bebaskan 2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
-
Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran
-
Drone Serang Militer Inggris Bukan dari Iran, Diduga Berasal dari Dekat Lebanon
-
Eks Kader PDIP Nina Agustina Resmi Gabung PSI, Perkuat Basis di Jawa Barat
-
Korban Jeffrey Epstein Dapat Ganti Rugi Rp550 Miliar
-
Cegah Perang Meluas, Macron Desak Netanyahu Batalkan Serangan Darat ke Lebanon
-
Warga Bisa Cek dan Perbaiki Data Bantuan Sosial Sendiri? Ini Cara Ampuh Lewat Aplikasi Cek Bansos!
-
Sudah Berjalan Bertahun-tahun! Bareskrim Gerebek Home Industry Kosmetik Bermerkuri di Cirebon