Suara.com - Layatang bin Baba (48), warga Dusun Pao, Desa Ajangpulu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendadak mengamuk. Dia membabi buta membacok dua saudarinya dan seorang pengendara yang melintas, Senin (11/6/2018).
Peristiwa sadis itu berlangsung sekira pukul 08.30 Wita, di salah satu desa berjarak 190 km atau lima jam perjalanan darat dari Kota Makassar. Mengakibatkan dua orang tewas, dan lainnya kritis dievakuasi ke rumah sakit.
Menurut Kapolres Bone Ajun Komisaris Besar Kadarislam menerangkan, Layatang tetiba mendarangi kediaman saudarinya yang hanya bersebalahan dengan kediamannya. Pria paruh bayah yang diduga mengidap penyakit jiwa itu terus menggenggam parang menghampiri kakaknya, Hanna binti Baba (62) dan adiknya Rajatang (43).
"Belum diketahui motif pelaku. Hanya saja dari keterangan saksi-saksi, Layatang mendatangi rumah saudarinya dan memarangi mereka lalu keluar kembali ke rumahnya," jelas Kadarislam.
Usai membacok dua saudarinya, Layatang kembali ke rumahnya. Hanna meninggal di tempat dengan luka robek di bagian perut dan kepala, sementara Rajatang mengalami kritis di RS Tentiawaru, Kabupaten Bone, usai dibacok di bagian kepala.
Tidak sampai di situ, keganasan Layatang kembali merenggut nyawa beberapa menit setelahnya. Dia tetiba saja menyerang Muh Amin (44) warga Dusun Kalling, Desa Ajangpulu, Kecamatan Cina yang melintas menggunakan motor di depan rumah pelaku.
Perangkat desa yang hendak berkantor itu tersungkur seketika setelah parang tersangka mendarat di tubuh di tubuhnya. Setelah terjatuh dari motor, Amin masih sempat berdiri untuk menyelamatkan diri. Namun Layatang kembali membacok kaki dan lengannya hingga tewas di tempat.
Aparat kepolisian tiba beberapa menit setelahnya berhasil meringkus Layatang.
Kadarislam menerangkan, penyidik masih melakukan pemeriksaan kondisi kejiawaan terhadap tersangka. Sebab berdasarkan keterangan saksi-saksi, lelaki tersebut sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak beberapa tahun terakhir. (Lirzam Wahid)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad
-
Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan
-
KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing
-
DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura