Suara.com - Jejak pelarian Aris (31), pembunuh petugas kebersihan berjilbab bernama Rina Casrina (21), akhirnya berakhir ketika sedang berjalan kaki di Jalan KH Gholib, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung pada Selasa (3/7/2018).
Ternyata, sebelum terbang ke Lampung, pembunuh Rina yang merupakan pacarnya itu pergi ke Indramayu, Jawa Barat untuk menjual sepeda motor.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Edi Suranta Sitepu mengatakan, alasan Aris menjual sepeda motor itu untuk biaya hidup selama menjadi buronan polisi.
"Dia jual motor buat ke Lampung," kata Edi di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018).
Saat berada di Indramayu, Aris menjual sepeda motor miliknya kepada seseorang hanya seharga Rp 1 juta.
Dengan bermodalkan uang hasil penjualan sepeda motor, buruh bangunan itu kemudian menghilangkan jejak dengan pergi ke Lampung.
Sayangnya, pelarian itu sudah keburu diketahui petugas. Aris kemudian ditangkap. Polisi bahkan terpaksa melumpuhkan tersangka dengan melepaskan satu tembakan ke bagian kaki kiri karena berusaha melawan.
"Kami melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pada 3 Juli kami berhasil menangkapnya di Lampung dan membawa ke Jakarta," kata Edi.
Dugaan sementara, motif Aris melancarkan aksi pembunuhan terhadap Rina karena korban hendak memutuskan hubungan asmaranya.
Baca Juga: Bupati Kukar Rita Widyasari Divonis 10 Tahun Penjara
Rina tewas seusai pamit pergi ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) salah satu bank swasta di dekat rumahnya di Kepa Duri Asam Raya, RT6/RW8 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakbar pada Sabtu (30/6/2018) malam.
Keluarga baru tahu kabar Rina tewas dari informasi yang diberikan Aris, bahwa korban sudah tak bernyawa di sebuah gudang servis pompa di Jalan Meruya Ilir, Serengseng, Kembangan, Jakarta Barat pada Minggu (1/7/2018).
Setelah mendapat kabar tersebut, Amir, adik korban bersama dua anggota keluarga bergegas menuju lokasi korban tewas.
Saat ditemukan keluarga, kondisi Rina sudah tak bernyawa dengan posisi tubuh terlentang. Terdapat luka lebam di bagian wajah korban yang diduga akibat benturan benda tumpul. Di leher korban juga ditemukan bekas luka cekikan.
Berita Terkait
-
Aris Sangkal Perkosa Sebelum Injak Mati Petugas Kebersihan Rina
-
Cinta Diputus, Aris Injak-injak Petugas Kebersihan Berjilbab
-
Melawan, Polisi Hadiahkan Timah Panas ke Pembunuh Rina
-
Sudah Ditangkap, Ternyata Pembunuh Rina Casrina Belum di Jakarta
-
Aris Akui Bunuh Rina Casrina karena Cintanya Mau Diputus
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi