Suara.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono kembali mengingatkan kepada seluruh purnawirawan untuk tidak melibatkan prajurit terjun ke dunia politik praktis menjelang pelaksaan Pemilihan Legislatif dan Pilpres 2019.
"Kami amat menghormati niat para Purnawirawan TNI AD yang ingin mendarmabhaktikan dirinya melalui jalur politik, baik eksekutif maupun legislatif," kata KSAD.
"Kami amat yakin, kecintaan para senior terhadap institusi TNI AD yang amat besar akan menjadi motivasi pendorong untuk tidak melibatkan prajurit maupun satuan-satuan TNI AD ke dalam kancah kontestasi politik," kata KSAD dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman pada Silaturahim Purnawirawan TNI AD, di Kantor Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Jakarta, Selasa (24/7/2018).
Mulyono mengatakan, komitmen para Purnawirawan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Sapta Marga sangat tepat apabila dikaitkan dengan dinamika situasi domestik yang sedang dihadapi, khususnya terkait tahun politik menjelang pelaksanaan pesta demokrasi nasional 2019 nanti.
Sebagai insan Sapta Margais yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, lanjut mantan Pangkostrad ini, tentunya para Purnawirawan sangat prihatin dengan kentalnya politik identitas karena penggunaan isu SARA oleh politisi guna mendapat dukungan dari masyarakat.
"Kita dapat melakukan langkah mitigasi dengan mencoba menularkan nilai filosofis Sapta Marga di lingkungan kita demi tetap tegaknya persatuan serta kesatuan bangsa," ujarnya.
Untuk pengamanan Pemilu 2019, kata Mulyono, TNI AD sebagai bagian dari TNI akan bahu membahu bersama Polri mengawal dan memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat.
"Kita bertekad agar hajat besar demokrasi Indonesia ini tidak menimbulkan ekses yang justru kontra produktif dengan upaya kita menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," tuturnya.
TNI AD juga berharap dukungan dari para Purnawirawan TNI AD agar semua dapat mengemban amanah tugas yang amat mulia ini sehingga keutuhan dan kedaulatan Indonesia dapat tetap tegak berdiri.
Baca Juga: TGB Mundur, Demokrat Belum Sempat Beri Teguran
Dalam acara silaturahim itu, tampak hadir mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Wapres Try Sutrisno, Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, dan Ketua Umum PPAD Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!