Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel menggagalkan peredaran 17 kilogram narkotika jenis sabu asal Medan, Sumatera Utara yang hendak diedarkan di Palembang, Kamis (9/8/2018). Dua dari lima tersangka yang dibekuk, tewas ditembak lantaran berupaya melarikan diri dari tangkapan petugas.
Informasi yang dihimpun, petugas BNN mengetahui adanya pengiriman sabu asal Medan berdasarkan informasi dari masyarakat. Pada pukul 13.00 WIB, petugas pun melakukan pengintaian di Hotel Sriwijaya Premier, Jalan Puncak Sekuning, Kelurahan Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Sekitar pukul 18.00, muncullah tiga tersangka membawa mobil Toyota Avanza yang dikendarai tersangka Siso (38) warga Dusun Telok Berahol, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Dua tersangka lain yakni Mino (47), warga Blok C, Desa Rambai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau dan Erdianto (38), warga Dusun Bukit Tua, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Di hotel ketiga tersangka asal Medan dan Riau tersebut bertemu dengan dua tersangka lain yakni Hilario (21) dan Gimas (23), warga Jalan Merdeka, Kelurahan Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.
Saat kelima tersangka berkumpul, petugas BNN Sumsel langsung menggerebek. Dua tersangka berupaya melarikan diri yakni Erdianto dan Gimas. Karena enggan menyerah meskipun sudah diberi tembakan peringatan, akhirnya petugas melepaskan tembakan yang menyebabkan kedua tersangka tewas di tempat.
Tersangka Siso mengaku, dirinya baru satu kali menjadi kurir narkoba tersebut atas suruhan IW (buron), seorang bandar asal Medan.
"Saya disuruh rental mobil dan jadi sopir ke Palembang antar dua orang lain bawa sabu. Saya dijanjikan dapat Rp30 juta setelah kerjaan selesai, saya belum terima uangnya," kata Siso.
Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan, peredaran sabu ini dikendalikan oleh salah seorang napi yang masih di tahan di salah satu lapas.
Baca Juga: Paul McCartney dalam Jeratan Narkoba
"Saya belum bisa bilang siapa dan di lapas mana napi ini," ujar saat rilis di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/8/2018).
Jhon menjelaskan, tersangka Gimas yang tewas saat proses penangkapan, merupakan adik dari napi tersebut. Napi tersebut memegang 17 kg sabu kepada IW asal Medan untuk diedarkan di Sumsel dan sekitarnya.
"Tersangka Siso, Erdianto, dan Mino merupakan suruhan IW. Erdianto ini yang tewas ini yang mendapatkan perintah langsung dari IW, sedangkan yang lainnya hanya suruhannya. Kami akan berkordinasi dengan BNN Sumut untuk membekuk IW ini," ujar Jhon.
Pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut asal narkoba yang dibawa oleh para tersangka ini. Dirinya pun menegaskan bahwa IW merupakan bagian dari jaringan yang berbeda daripada jaringan narkoba lain yang pernah diungkap BNN Sumsel.
"Kami akan telusuri lebih lanjut untuk membongkar jaringan ini. Kami bersyukur bisa menggagalkan peredaran 17 kg sabu dari informasi masyarakat," pungkasnya. [Andhiko Tungga Alam]
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak