Suara.com - Komisi I DPRD Kota Bekasi meminta kepada pemerintah agar serius membangun underpass dan flyover di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur. Hal ini menyusul insiden kecelakaan maut di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Bulak Kapal pada Senin, (20/8/2018).
Sebuah minibus jenis Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi B 1103 FRU terseret kereta api saat melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Bulak Kapal.
Akibatnya mobil ringsek parah karena terseret lebih dari 500 meter oleh KA Bangun Karta jurusan Jakarta-Surabaya. Dalam kejadian itu, pengemudi bernama Endang Rohmat (45) tewas di tempat.
Menurut anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, M.Kurniawan, pembangunan flyover dan underpass di Bulak Kapal sangat penting.
"Selain untuk mengatasi kemacetan juga untuk menghindarkan kecelakaan di perlintasan kereta api," kata Kurniuawan, Selasa (21/8/2018).
Menurut dia, sejatinya Pemkot Bekasi bisa mengatasi semua kendala yang ada agar pembangunan flyover dan underpass segera terealisasi.
Apalagi, proyek tersebut sudah dicanangkan sejak beberapa tahun silam. Sayangnya, proses penyediaan lahan tak kunjung rampung. Pemerintah beralasan terbentur anggaran pembebasan lahan.
"Pemkot Bekasi hanya dibebankan lahan, sedangkan infrastuktur ditanggung pusat. Kalau serius pasti bisa, kalau tertunda-tunda terus, harga tanah semakin mahal, otomatis beban anggaran semakin besar," ujar dia.
Menurut dia, Pemerintah Kota Bekasi tertinggal dengan Kabupaten Bekasi terkait infrastuktur semacam itu. Di sana (Pemkab Bekasi) underpass Tambun sudah selesai dibangun oleh pemerintah pusat, tanpa kerepotan biaya pembebasan lahan.
Ia menganggap proyek underpass atau flyover Bulak Kapal lebih penting, karena menyangkut lalu lintas, dan rawan terjadinya kecelakaan di sekitar Jalan Juanda maupun Jalan Pahlawan, Bekasi Timur.
Baca Juga: Cepat Habis, Penonton Duga Tiket Asian Games 2018 Dikuasai Calo
"Intensitas kereta bakal meningkat seiring adanya commuter line, di sana ada perlintasan sebidang tanpa ada yang menjaga. Sedangkan lalu lintas cukup padat," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar mengatakan, ada tiga kelurahan yang akan terkena dampaknya untuk pembebasan lahan di Bulak Kapal.
Kelurahan Duren jaya, Kelurahan Aren Jaya, dan Kelurahan Margahayu. Untuk Kelurahan Margahayu yang terdampak yakni, RW 01, RW 10, RW 13 dan RW 21. Kelurahan Aren Jaya RW 1.
"Sedangkan Kelurahan Duren Jaya lebih banyak ruko yang perlu dibebaskan oleh pemerintah Kota Bekasi" ujar dia.
Dadang mengaku terbentur anggaran untuk membebaskan lahan guna pembangunan proyek flyover dan underpass Bulak Kapal.
"Harga jual yang dipatok pemilik lahan cukup mahal," kata dia.
Berita Terkait
-
Avanza Ringsek Tersambar Kereta di Bekasi, Pengemudi Tewas
-
Pedagang Baju Timnas di Stadion Patriot Untung Rp 800 Ribu Sehari
-
Kapolres: Pembatasan Tiket Asian Games untuk Hindari Calo
-
INASGOC Batasi Pembelian Tiket Asian Games, Suporter Kecewa
-
Laga Timnas Indonesia vs Hong Kong Dijaga 3 Ribu Personel
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi