Suara.com - Seorang kakek bernama Sugiman (51) diciduk tim Elang, Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota Besar Makassar di kediamannya, Jalan Hati Rela, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/9/2018) lalu.
Rumah Sugiman dicurigai dijadikan sebagai gudang penyimpanan sabu milik bandar narkoba berinisial I (40). I merupakan adik kandung Sugiman.
Penggerebekan terhadap Sugiman tak berjalan lancar. Kepada petugas, tetangga Sugiman tak kooperatif saat ditanya lokasi rumah yang lagi dicari.
Petugas baru berhasil mengetahui rumah Sugiman berkat bantuan jamaah salat Subuh pada pukul 05.00 WITA.
Ketika rumahnya digerebek, Sugiman sempat berupaya mengelabui petugas. Aparat kesulitan menemukan di mana Sugiman menyimpan barang bukti narkotika.
Petugas akhirnya menemukan sabu sebanyak dua kemasan dengan berat 2 kg di dalam kamar yang tersembunyi.
"Kamarnya tersembunyi, kalau tidak diperhatikan baik-baik kami tidak menemukan tempat itu. Karena bentuk dindingnya disamarkan seperti ruang rahasia," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Diari Astetika saat menggelar rilis, Sabtu (8/9/2018) sore.
Polisi juga menggeledah rumah I. Hanya saja, I tak ada di sana. Petugas hanya menemukan barang bukti sabu seberat 5 gram, delapan buku tabungan BCA dan satu buku tabungan Maybank.
Kontributor : Lirzam Wahid
Baca Juga: Pangkat Lebih Tinggi, Izin Bertemu Djoko Santoso Ditolak Prabowo
Berita Terkait
-
Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!
-
Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik
-
BRI Makassar Siapkan Strategi di Tengah Digitalisasi Keuangan saat Lebaran
-
Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M
-
BRI Salurkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera dan Driver Ojol di Makassar
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
Terkini
-
Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka
-
Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
-
Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan
-
Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal
-
'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda
-
600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda