Suara.com - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, angkat bicara terkait pidato calon presiden Prabowo Subianto di acara Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis (11/10). Dia mengingatkan, calon presiden nomer urut 02 itu untuk lebih baik terlihat bodoh asalkan menang.
Fahri Hamzah melalui akun Twitter pribadi miliknya, @Fahrihamzah mengomentari unggahan video pidato Prabowo saat menghadiri acara Rakernas LDII.
Wakil Ketua DPR itu mengomentari isi pidato Prabowo yang mengutip pernyataan ekonom Inggris yang anti terhadap sistem ekonomi neoliberalisme, John Maynard Keynes.
Berkenaan dengan itu, Fahri Hamzah mengingatkan Prabowo untuk berhati-hati. Pasalnya, kata dia, semakin terlihat pintar justru bisa membuat Capres nomer urut 02 itu kalah.
"Pak @prabowo waspadalah, bapak mengutip Keynes dll. Semakin pintar kita bisa semakin kalah...jadi mendingan bego asal menang..." kata Fahri Hamzah melalui Twitter @Fahrihamzah yang diunggah beberapa jam lalu.
Untuk diketahui, di acara Rakernas LDII, pidato Prabowo sempat mengkritik sistem ekonomi yang diterapkan Indonesia saat ini yang menurutnya menganut paham neoliberalisme. Bahkan, Prabowo menyebut bahwa sistem yang digunakan pada pemerintahan kali ini lebih parah dari neoliberalisme.
“Menurut saya, bukan ekonomi neolib lagi ini lebih parah dari neolib. Ini harus istilah baru dari neolib ini menurut saya ekonomi kebodohan, The Economics of Stupidity. Ini yang terjadi,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, calon presiden nomer urut 02 itu mangungkapkan, pada masa orde baru dirinya sendiri sempat mempercayai terhadap sistem ekonomi neoliberal. Kendati begitu menurutnya, anggapan dirinya bahwa sistem neoliberal yang awalnya akan memperkaya segelintir elit itu akan memberikan efek menetes kebawah (trickle down) untuk turut menaikan nilai ekomoni kalangan bawah itu tidak benar.
"Ternyata yang kaya tambah kaya nggak trickle-trickle. Sampai ada orang yang hebat namanya Keynes, Keynes dari dulu nggak percaya dengan ini. Dia bilang iya bener netes, netesnya nanti sesudah kita mati semua baru turun," pungkasnya.
Baca Juga: Pemerintah Naikkan Harga BBM, Fahri Hamzah Lontarkan Kritik
Berita Terkait
-
Sandiaga Uno Beberkan Ekonomi Kebodohan yang Disebut Prabowo
-
Soal Tagline Donald Trump, Demokrat: Spiritnya Kita Ambil
-
Pernyataan Andi Arief Soal Prabowo Bikin Kubu Jokowi Keheranan
-
Disebut Tiru Slogan Presiden AS, Prabowo: Saya Mau Indonesia Kuat
-
Urung Bertemu Prabowo Subianto, Jokowi Sampaikan Salam Hormat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!