Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan, bakal mengirim 15.000 pasukan ke perbatasan negara dengan Meksiko.
Pengerahan pasukan itu untuk menghentikan kedatangan migran ilegal yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di Amerika Tengah, Rabu (31/10/2018) waktu setempat.
Jumlah pasukan yang disebut Trump bahkan lebih banyak dari yang disampaikan pejabat pertahanan AS. Senin (29/10), Pentagon mengatakan telah mengerahkan lebih dari 5.200 pasukan ke perbatasan.
Kemudian dua hari berikutnya, dikatakan lebih dari 7.000 tentara akan mendukung Departemen Keamanan Dalam Negeri di sepanjang perbatasan.
Sejumlah kelompok, termasuk American Civil Liberties Union, menuduh Trump memolitisasi militer menjelang pemilihan kongres pekan depan.
"Kami akan kirim antara 10.000 sampai 15.000 personil militer untuk berpatroli semua orang di perbatasan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters.
Trump tidak menjelaskan berapa dari 15.000 pasukan yang akan menjadi Garda Nasional. Saat ini sudah ada 2.100 pasukan Garda Nasional AS di perbatasan yang dikirim setelah permintaan Trump sebelumnya pada bulan April, dan bertambah menjadi 4.000 orang.
Jika 15.000 tentara AS dikerahkan ke perbatasan dengan Meksiko, jumlah itu lebih besar ketimbang serdadu negeri Pakde Sam di Afghanistan—yang menjadi konflik terpanjang bagi AS.
Trump berusaha menggunakan isu imigrasi sebagai persoalan untuk memotivasi publik untuk mendukung Partai Republik menjelang pemilihan 6 November.
Baca Juga: Syuting di Amerika, Titi Kamal Boyong Pasukan
Dalam pemilu itu, Partai Republik berusaha mempertahankan kendali mereka terhadap kedua kamar kongres.
Saat masa kampanye pemilihan presiden tahun 2016, Trump pernah berjanji memperkeras undang-undang keimigrasian dan membangun dinding di sepanjang perbatasan selatan AS dengan Meksiko.
Sementara sekelompok kafilah migran Amerika Tengah diperkirakan berjumlah sedikitnya 3.500 orang, dikabarkan meninggalkan Honduras pada pertengahan Oktober 2018, dan kekinian berada di Meksiko selatan dalam perjalanan ke perbatasan AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media